"Dalam hal ini misalnya pelacakan, itu saya yakin kalau hanya 378 (pasal 378 soal penipuan) saja tidak akan terlacak seperti ini."
"Jauh harapannya," tambahnya.
Kemudian Yenti Garnasih meluruskan maksud perkataannya soal istri memeriksa sumber rezeki suami.
Yenti Garnasih mengatakan ia tidak bermaksud menjadikan istri sebagai investigator bagi suami.
Ia hanya ingin menaikkan integritas istri.
"Bahwa istri atau siapapun seolah-olah menjadi investigator, saya kira bukan begitu," jelas Yenti Garnasih.
"Jadi ini kita juga mendorong, meningkatkan integritas."
"Iya saya bilang integritas istri-istri," tambahnya.
• Tengku Zulkarnain Sindir Pemerintah yang Telat Atur Umrah: Mau Buang Air Besar Baru Ngorek Lubang
Ketika istri dapat menghitung seberapa besar penghasilan suaminya, maka Yenti Garnasih mengharapkan para istri tidak menuntut suami untuk memberi lebih.
"Jadi kalau dia bisa mengitung penghasilan suaminya rata-rata sedemikian rupa," kata Yenti Garnasih.
"Jangan mengharapkan lebih dari itu."
"Jauh lebih dari itu."
Ia mengatakan banyak kasus dimana hasil korupsi suami mengalir ke istri.
Yenti Garnasih juga mengatakan hal tersebut tidak lepas dari ada kemungkinan istri yang mendorong suami untuk memberi mereka uang yang lebih dari penghasilan.
"Jadinya kalau ada seperti itu," kata Yenti Garnasih.