"Di BUMN nanti tidak perlu melakukan perbaikan, melakukan reformasi, melakukan transparansi, tidak harus dengan maki-maki orang," ungkap Andre.
"Banyak direksi sukses, manajemen sukses tanpa perlu memaki-maki orang untuk perbaikan."
• Singgung soal Karakter, Said Didu Sebut Ahok Cocok Jadi Komisaris BUMN: Takutnya Marah-marah
• Soal Penujukan Ahok di BUMN, Said Didu Ungkap Ketidakcocokan Posisi: Dia Tak Setuju, Anda yang Salah
Lantas, ia menyampaikan perumpamaan untuk Ahok.
"Dan ini penting bahasanya yang paling gampang dimengerti, tolong jangan petantang-petenteng kalau Anda nanti jadi pimpinan BUMN," terang Andre.
"Patuhi Undang-undang BUMN, patuhi Undang-undang Persero Terbatas, sekali lagi itu yang kita ingatkan pada Pak Erick Thohir."
Andre juga meminta Erick Thohir untuk selalu mengingatkan Ahok yang dinilainya terlalu emosional.
"Supaya Pak Erick Thohir mengingatkan Pak Ahok jangan sampai tujuan yang baik ini malah berantakan karena orangnya begitu emosional gitu loh," ucapnya.
Simak video berikut ini dari menit 0.48:
Said Didu Anggap Ahok Cocok Jadi Komisaris BUMN
Dalam kesempatan itu, Mantan Sekretaris Kementrian BUMN, Said Didu mengungkap posisi sebagai komisaris perusahaan BUMN cocok untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Said Didu menyebut posisi komisaris lebih cocok untuk Ahok dibandingkan posisi direksi.
aid Didu menyebut bahwa jabatan tersebut berkaitan erat dengan karakter Ahok yang disebutnya sering marah-marah.
Said Didu menjelaskan, posisi komisaris memungkinkan Ahok untuk memprotes pihak Istana Negara atau DPR jika kebijakan yang dibentuk merugikan BUMN.
"Ahok akan bertugas untuk meyakinkan kepada presiden bahwa 'Pak, penugasan yang bapak berikan ini merugikan BUMN'," terang Said Didu.
"Bertugas meyakinkan DPR bahwa 'Hey jangan siksa BUMN'," imbuhnya.