"Ngomongin Bappeda ini, Bappeda juga ada statement nih seperti ini katanya."
" 'Kami belum pernah meng-upload, belum, KUA-PPAS belum pernah di-upload," kata Andini Effendi membacakan pernyataan Sri Mahendra.
Menilai pernyataan Bappeda DKI Jakarta bertentangan dengan ucapan William, Andini Effendi lantas meminta komentar politisi berumur 23 tahun itu.
"KUA-PPAS ini rinciannya yang dimasukkan ke dalam APBD DKI Jakarta, ini pembelaan mereka seperti ini, tapi menurut Anda justru?," tanya Andini Effendi.
William mengklaim bahwa screenshoot yang ia unggah di akun media sosialnya itu didapatnya dari laman website Bappeda DKI Jakarta.
• Politisi PSI Buat Petisi di Change.org, Desak Anies Baswedan Unggah Rancangan Anggaran DKI Jakarta
• Kritik Pengungkapan APBD DKI Tak Wajar oleh PSI, Politisi Gerindra: Ada Tempat dan Ruang yang Etis
Ia pun merasa bingung dengan sikap Bappeda DKI Jakarta.
"Jadi yang saya upload di media sosial saya adalah dokumen perencanaan APBD yang memang sudah menjadi konsumsi publik," jelas William.
"Entah saya enggak tahu kenapa pernyatannya seperti itu."
Lantas, William meminta para pakar IT untuk membuktikan ucapannya itu.
Ia tetap bersikeras tak membocorkan dokumen negara.
"Mugkin bisa dicek secara IT bahwa memang saya tidak membocorkan rahasia negara, namun memang hanya menyampaikan ulang apa yang sudah disampaikan ulang Bappeda apa yang sudah disampaikan di website mereka," ucap William.
Simak video berikut ini menit 6.37:
Diberitakan sebelumnya, melalui akun Instagramnya, William memperlihatkan adanya pembelian lem Aibon sebesar Rp 82.8 miliar.
Setelah viral, William bersama partai PSI mengadakan jumpa pers untuk memaparkan temuan-temuan terkait kejanggalan APBD DKI Jakarta.
Dalam temuannya tersebut William menunjukkan empat kejanggalan dalam angaran APBD DKI Jakarta.