Syarif mengaku dia dan rekan-rekan anggota dewan dari Fraksi Gerindra sudah meminta Anies Baswedan untuk mempercepat penyelesaian program kerja miliknya.
"Kita minta kepada Pak Gubernur untuk mlakukan percepatan, program-program yang dibutuhkan masyarakat," kata dia.
Kemudian Syarif memaparkan program Anies Baswedan.
"DP 0 rupiah, pembangunan rusunawa, penanganan banjir, penanganan lalu lintas," paparnya.
Ia mengatakan program-program tersebut dikeluhkan oleh masyarakat Jakarta.
"Itu kan dikeluhkan oleh masyarakat," terangnya.
Video dapat dilihat menit 1.50
Tanggapan Pengamat Politik
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal youtube tvOneNews, Kamis (7/11/2019), Pengamat Politik Muhammad Tri Andika mengatakan Anies Baswedan merupakan satu diantara beberapa kandidat yang cukup potensial untuk maju menjadi presiden di 2024.
Andika mengatakan pernyataan Prabowo diduga lantaran dirinya merasa tidak aman dengan kehadiran Anies Baswedan yang saat ini nampak sedang mendekati Nasdem.
"Pernyataan Pak Prabowo juga bentuk ketidaknyamanan dari manuver politik Pak Anies Baswedan, yang kerap aktif menjalin hubungan politik dengan Nasdem," kata dia.
• Kisruh APBD DKI, Politisi PSI Tanggapi Beda Anies Baswedan dan Ahok: Kalau Duit, Langsung Tutup
Menurutnya, Prabowo yang diduga akan maju kembali, menganggap Anies Baswedan adalah ancaman untuk menjadi presiden di 2024.
"Ini tentu tidak membuat Pak Prabowo nyaman, yang konon katanya masih ada agenda untuk maju kembali," katanya.
Ia kemudian juga membahas soal Sandiaga Uno yang sudah kembali ke Gerindra dan memiliki agenda untuk maju kembali.
"Dan Pak Sandiaga Uno yang sudah kembali ke Gerindra juga memiliki agenda yang sama," jelasnya.
Andika juga membahas kosongnya kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.