Terkini Daerah

Kisah Refi dan Pian, Dua Bocah Asal Indramayu yang Hidup Susah setelah Ditelantarkan sang Ibu

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pamit Beli Sabun ke Warung, Ibu Ini Kabur ke Pelukan Pacar Tinggalkan 4 Anaknya Kelaparan Hingga Alami Gizi Buruk dan Lumpuh

Rumah gubuk yang berlokasi di Blok Cilet Rt 01/08 Desa Karanganyara, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu itu lebih mirip seperti gudang.

Melihat kondisinya, gubuk itu bahkan nyaris roboh, barang-barang didalamnya juga berserakan dimana-mana.

Minimnya pencahayaan serta aroma tidak sedap dari dalam rumah membuat gubuk itu tampak sangat tidak sehat.

Di sana Refi dan Pian juga tinggal bersama dua orang kakak, mereka ialah Nur Wenda (23) dan Raju Winata (16).

Yang lebih memprihatinkan lagi, kakak beradik itu sekarang mesti berjuang menyambung hidup setelah ditelantarkan oleh ibu kandungnya sendiri yang bernama Rodia.

Diketahui ibu mereka pergi sejak satu tahun yang lalu tanpa memberi alasan.

Ia diduga pergi meninggalkan anak-anaknya untuk hidup bersama lelaki lain.

Sementara itu ayah mereka sudah meninggal sejak 10 tahun yang lalu.

Selain harus berjuang hidup tanpa perawatan orangtua, kondisi Refi dan Pian sangat memprihatinkan.

Bocah yang memiliki nama lengkap Refi Irawan dan Muhammad Septian itu mengalami gizi buruk.

Tubuh mereka berdua kurus kering.

Selain kondisi fisik, dari sisi spikologis mereka sedikit memiliki gangguan. Jangankan untuk bertumbuh kembang seperti anak normal pada umumnya, mereka bahkan hingga menginjak usia sekarang belum bisa berbicara.

Terlebih kondisi fisik yang dialami oleh Refi, bocah umur 16 tahun itu sudah lumpuh sejak ia dilahirkan.

Tetangga mereka, Karmila (36) mengatakan, sangat prihatin menyaksikan keluarga kakak beradik tersebut.

"Ya walaupun saya bukan keluarganya, tapi sangat kasihan melihat mereka makanya saya foto di facebook dan menjadi viral," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui kediaman Refi dan Pian, Senin (4/11/2019).

Halaman
1234