Kabinet Jokowi

Sri Mulyani Tuding Adanya Desa Siluman demi Dana Desa, Menteri Desa: Saya Bayangkan Persis DKI

Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Desa sampaikan bantahan terkait desa fiktif

TRIBUNWOW.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar membantah adanya desa fiktif demi mendapatkan kucuran dana desa.

Bantahan ini ia sampaikan seusai menemui Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy di kantor Kemendes PDTT, seperti dilansir TribunWow.com dalam tayangan iNews Pagi di iNews Tv, Selasa (5/11/2019).

Abdul Halim menegaskan desa tersebut bukanlah desa baru yang sengaja dibangun sehingga belum berpenduduk.

Mendes bantah adanya desa fiktif (YouTube Official iNews)

Berawal dari Relawan hingga Dilantik Jadi Wamen Mendes, Budi Arie: Kerja adalah Bukti Terbaik

Akan tetapi desa itu kosong lantaran penduduknya berpindah karena suatu alasan.

Contohnya desa-desa di Jawa Timur yang ditinggalkan penduduknya karena terdampak semburan lumpur Lapindo.

Kemendes akan menggerakkan pendamping desa untuk memantau wilayah yang tak memiliki penduduk.

"Pada posisi ini Kementerian Desa lebih kepada memantau dan melakukan verifikasi dan pelaporan dari pendamping-pendamping desa," ujarnya.

Pada program iNews Malam, Selasa (5/11/2019), Mendes juga mengklarifikasi tentang adanya desa "siluman".

"Ada desa yang seakan-akan siluman seakan-akan tidak ada padahal ada sebenarnya," ujar kakak dari Muhaimin Iskandar ini.

"Yaitu desa yang ada di kawasan pinggiran hutan, sistem pemerintahannya ada, struktur perangkatnya ada, penduduknya ada, wilayahnya ada tapi terlalu luas, tapi penduduknya nggak terlalu banyak,"

"Ketika pendamping desa kita minta melakukan pemetaan dan pencermatan dan indikasi terhadap keberadaan desa tersebut, awalnya ia mengatakan nggak ada," tambah Abdul Halim.

Pihaknya kemudian meminta pendamping desa untuk mengecek ulang.

Hasilnya, desa tersebut memang ada, namun penduduknya baru kembali saat malam hari.

Menteri Desa PDTT saat diwawancarai mengenai desa fiktif (YouTube Official iNews)

Hal ini dikarenakan para penduduk bekerja di hutan pada siang hari.

"Nah saya membayangkan persis seperti DKI, kalau pagi penduduknya sekian juta, kalau malam jauh menurun," ucap Abdul Halim.

Halaman
123