TRIBUNWOW.COM - Politisi PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi turut mengomentari soal isu radikalisme yang tengah ramai diperbincangkan.
Hal itu diungkapkannya melalui acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (5/11/2019).
Sedangkan pada acara tersebut tengah membahas apa dan siapa Radikalisme itu.
• Sudjiwo Tedjo Sebut Orang Harus Berpikir Radikal, Singung Karni Ilyas yang Selalu Berdiri di ILC
Dalam kesempatan tersebut, Aboe Bakar Al-Habsyi mengungkapkan siapa sesungguhnya pelaku radikalisme di Indonesia itu.
Mulanya, Aboe Bakar Al-Habsyi menyinggung definisi radikal menurut Komjen Alius.
Menurut keterangan Komjen Alius yang disebutkan oleh Aboe Bakar ada tiga definisi radikalisme.
"Komjen Alius menterjemahkan ada radikal itu ada tiga, pertama intoleransi, anti Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan anti Pancasila. Itu yang beliau katakan," jelas Aboe Bakar dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Indonesia Lawyers Club.
Kemudian, Mantan Anggota DPR RI ini mengunkapkan siapa sesungguhnya pelaku radikal di Indonesia.
Ia menyebut PKI yang telah menculik dan membunuh para jenderal puluhan tahun yang lalu.
"Jadi itu yang dikatakan radikal, yang jelas yang dikatakan radikal di Indonesia , yang sudah pasti terbukti memberontak dan akan mengganti Pancasila ya PKI. Ya itu yang disebut radikal mestinya," tegasnya.
Sehingga, ia meminta agar masyarakat jangan melupakan kejadian tersebut.
"Itu ya pasti, artinya mereka sudah terbukti menculik para jenderal, membunuh para jenderal dan saya pikir sejarah jangan ditutupin dan jangan dilupakan," kata Aboe Bakar.
• Di ILC, Mahfud MD Tantang Debat Orang yang Miliki Pandangan soal Radikalisme: Saya Juga Boleh Bicara
Lihat videonya mulai menit ke-3:42:
Mahfud MD Ungkap Langkah Pemerintah Tangani Radikalisme
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sudah menjelaskan ada tiga jenis radikalisme antara lain, takfiri, jihadis, dan politik ideologis.