Kabinet Jokowi

Dituding Berselisih, Puan Maharani Bongkar Hubungan Megawati dengan SBY: Sering Ketemu, Ibu Juga

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Momen Megawati Soekarnoputri Berswafoto dengan Keluarga SBY, Rabu (5/6/2019). Ketua DPP PDIP, Puan Maharani angkat bicara terkait tudingan Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri memiliki dendam pada Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudyoyono (SBY)

"Ya menurut saya yang pertama itu, letakanlah segala sesuatu sebagaimana porsinya, jangan Andi Arief jangan main politik asal bunyi, tidak beretika," ujar Said.

Menurut Said, penyusunan kabinet Jokowi sudah sesuai dengan konstituensi.

Jokowi lah yang sebagai presiden berhak menentukan siapa saja yang bisa masuk dalam kabinetnya.

Termasuk, AHY yang pada akhirnya tidak masuk dalam jajaran menteri Jokowi.

Presiden ke-5 RI Megawati Sukarnoputri, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani (Instagram @puanmaharaniri)

"Karena apa? Dalam konstruksi konstitusi kita, pemilihan menteri itu adalah wewenang penuh prerogatif presiden, sehingga tidak ada hubungan dengan bu Mega. Itu yang pertama," kata Said, Minggu, (27/10/2019) dikutip dari Tribunnews.com.

Megawati dinilai tak 'baper' dalam dunia politik.

Sehingga, Megawati tak mungkin menyimpan dendam pada SBY maupun AHY.

"Tidak mungkin lah seorang ibu Megawati, seorang negarawan, sudah makan asam garam politik Indonesia, tiba-tiba ditembak oleh Andi Arief seolah-olah dendamnya ibu Mega," jelas dia.

Ia lantas miminta agar tudingan itu tak diperpanjang.

Dan menegaskan bahwa istilah dendam itu tidak ada.

• Kader Demokrat Tak Jadi Menteri meski SBY Sudah Bertemu Jokowi, Ibas: Kami Hanya Menonton

"Tidak ada itu, di kami semua tidak ada itu. Berakhir sudah itu, enough is enough. Tak boleh lagi kita mengembangkan istilah dendam dan sebagainya," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Said justru meminta Andi Arief selaku politisi Demokrat untuk mengingat kembali bagaimana keharmonisan AHY beserta adiknya, Ibas berkunjung ke kediaman Megawati beberapa waktu lalu.

"Kenapa pula Andi Arief tidak mengingat masa-masa manis ketika AHY dan mas Ibas datang ke Teuku Umar, disambut manis oleh ibu, selfie bersama. Itu kan sebuah kehormatan," ujar Said saat dihubungi, Minggu, (27/10/2019).

Sehingga, Said merasa kecewa dengan adanya tudingan bahwa Megawati masih dendam dengan SBY.

"Dan di situlah berakhir, tidak ada istilah dendam apapun. Tiba-tiba hari ini ketika Demokrat tidak masuk satupun di koalisi katakanlah di kabinet pemerintahan Jokowi, tiba-tiba tembakan diarahkan ke ibu Mega. Itu saya sangat menyayangkan pernyataan itu," jelas dia.

• Ruhut Sitompul Hengkang dari Demokrat dan Gabung PDIP, Sebut AHY sebagai Alasan

Halaman
123