Kabinet Jokowi

Prabowo Jadi Menteri, Pengamat Singgung Pilpres 2019: Jokowi Beri Penghormatan Musuh yang Terluka

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019)

TRIBUNWOW.COM - Pengamat Militer dan Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menyebut keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) menimbulkan kesan tertentu.

Connie menyebut Jokowi seolah sedang memberikan penghormatan pada rivalnya di Pilpres 2019 lalu.

Seperi diketahui, Jokowi sempat bertarung dengan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Connie dalam acara 'KOMPAS PETANG' yang diunggah kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (24/10/2019).

Pengamat Militer dan Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie saat memberikan tanggapannya terkait keputusan Jokowi mengangkat Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Alasan Jokowi Pilih Prabowo sebagai Menteri Pertahanan: Pengalaman Beliau Besar

Prabowo Jadi Menhan Jokowi, Media Asing Tuliskan Indonesia Marah hingga Musuh Jadi Sekutu

Connie menyatakan sangat mengapresiasi langkah Jokowi mengangkat Prabowo menjadi Menhan

"Yang kita baca pertama kita apresiasi presiden, menurut saya presiden itu melakukan apa yang disebut penghormatan kepada musuh yang terluka," ucap Connie.

"Jadi kita itu apresiasi," imbuhnya.

Connie menilai, Prabowo dapat memanfaatkan posisi sebagai Menhan untuk meluruskan kabar-kabar miring yang ditujukan kepadanya.

"Jadi menurut saya itu adalah kesempatan untuk Pak Prabowo," ujar Connie.

"Menurut saya banyak hal yang harus diselesaikan oleh Pak Prabowo dan ini lah kesempatannya."

Ia lantas menyinggung isu yang mneyebut Prabowo sebagai radikalis dan pelanggar hak asasi manusia (HAM).

"Misalnya pembuktian bahwa Beliau dianggap sebagai radikalis, ini kan membuktikan bahwa 'Saya akan bisa membuktikan bahwa saya tidak terlibat radikalis'," kata Connie.

"Membuktikan bahwa di tahun 1998 dia bukan pelanggar HAM atau apapun."

Ia menyebut selama menjabat sebagai Menhan Prabowo harus membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak tepat.

"Harus ada pembuktian bahwa Beliau tidak melanggar HAM," tutur Connie.

Halaman
123