Cerita Selebriti

Di Hotman Paris Show, Bupati Banjarnegara Sebut Alasan Viralkan Slip Gaji Rp 5,9 Juta: Saya Prihatin

Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hotman Paris - Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengungkapkan alasannya mengapa memutuskan untuk memviralkan slip gajinya.

TRIBUNWOW.COM - Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengungkapkan alasan mengapa memviralkan slip gajinya sebagai bupati yang hanya bernilai Rp 5,9 juta.

Budhi Sarwono menerangkan bahwa dirinya merasa prihatin dengan gaji beserta tunjangan yang diterima pejabat seperti dirinya.

Hal itu diungkapkan Budhi Sarwono kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, seperti dikutip TribunWow.com dari tayangan yang diunggah melalui kanal YouTube Hotman Paris Show, Jumat (18/10/2019).

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Ungkap Alasan Viralkan Slip Gaji Rp 5,9 Juta pada Hotman Paris (Tangkapan Layar YouTube Hotman Paris Show)

Melaney Ricardo Minta Hotman Paris Ikuti Jejak Bupati Banjarnegara soal Pergaulan dengan Wanita

Awalnya, Hotman Paris menanyakan tujuan Budhi Sarwono ingin menjadi seorang bupati dulunya.

"Bapak ngapain jadi bupati?," tanya Hotman Paris.

"Ya kami tujuannya jadi bupati, tidak ada lain, kepengin memperjuangkan masyarakat saya di Banjarnegara," jawab Budhi Sarwono.

Ia kemudian meminta Budhi Sarwono menceritakan awal mulanya slip gajinya itu bisa viral di media sosial.

"Yang memviralkan gaji bapak yang karena kecil ini bapak sendiri, atau bukan?," tanya Hotman Paris.

Budhi Sarwono kemudian mengungkapkan bahwa pada saat itu anaknya memang baru saja mendapatkan musibah.

Viral Bergaji Rp 5,9 Juta, Bupati Banjarnegara Kepergok Hotman Paris Pakai Jam Tangan Rp 800 Juta

"Ceritanya begini, pak, anak saya jatuh. Saya punya anak pungut, saya punya adopsi, jatuh. Dia kelas 2 SMP," sebut Budhi Sarwono.

"Jatuh, saya tengok di rumah sakit, saya bawa pulang. Saya ajak duduk, saya kasih tepukan kasih sayang begitu."

"Dia di samping saya lagi main hp, kepalanya robek," tambahnya.

Pada saat sedang bercengkrama dengan anaknya itulah kemudian bendara bupati datang dan menyerahkan gajinya.

Hingga pada akhirnya, sang anak yang saat itu berada di sisinya melihat slip gaji milik ayahnya itu.

"Tahu-tahu bendahara datang, 'Assalamualaikum Pak Bupati', 'Waalaikum salam, ada apa?', 'Mau ngantar gaji, Bapak', 'Ya sini, saya tanda tangan'," tutur Budhi Sarwono.

Halaman
123