Kabinet Jokowi

Setelah SBY, Prabowo Juga Temui Jokowi di Istana, Begini Suasananya

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersalaman dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/10/2019) sore.

Kemudian Jokowi kembali ke istana untuk melaksanakan jumpa pers singkat seorang diri.

Jokowi mengaku pertemuan itu sebenarnya sudah dirancang sejak lama.

"Ini saya dengan Pak SBY sudah janjian lama tapi belum pas waktunya dan hari ini alhamdulillah pas waktunya dan ketemu," ungkap Jokowi.

Berikut video lengkapnya:

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengaku pasrah jika tak ada kadernya yang masuk jajaran menteri Kabinet Jokowi Jilid II.

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com pada 16 Agustus 2019, Nurhayati mengaku tak masalah.

Partai Demokrat akan menerima keputusan Pemerintah.

"Untuk Demokrat saya kira bukan masalah menteri atau tidak menteri, tapi ketika kita sudah menyatakan kita bersama pemerintah ya apapun keputusan pemerintah kita akan hargai," ucap Nurhayati.

Menurutnya, jajaran menteri merupakan hak prerogatif presiden.

Nurhayati mengatakan, Demokrat akan tetap mendukung pemerintah meski tidak ada kadernya yang masuk kabinet.

Pada kesempatan itu, Nurhayati juga sempat menyinggung anak dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

Nurhayati kembali mengingatkan bagaimana hubungan antara Presiden Jokowi dan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Demokrat kan kita sudah berkali-kali menunjukkan sinyalnya, artinya bagaimana AHY diundang ke istana oleh Pak Jokowi dan kemudian pertemuan-pertemuan berikutnya," kata dia.

TNI Lakukan Evaluasi Pengamanan Jokowi Pasca-Wiranto Diserang, Apakah Rakyat Masih Boleh Bersalaman?

Kendati demikian, Nurhayati tetap menegaskan semuanya kembali pada hak prerogatif Presiden Jokowi.

"Tetapi memang menteri ini kan hak prerogatif presiden, jadi kami hargai apapun yang akan diputuskan oleh Pak Jokowi," ujar Nurhayati.

Hal senada sebelumnya juga telah diungkapkan Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari.

Menurut Imelda Sari, soal kursi menteri itu merupakan hak prerogatif presiden.

"Tapi tetap keputusan diserahkan kepada Presiden terpilih, dibahasa secara tertutup tapi terbuka saat fit and propert test," kata Imelda Sari di Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

(TribunWow.com/Ifa Nabila/Mariah Gipty)