Doni Monardo menyebut Jokowi sudah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memadamkan api karhutla pada lahan ratusan ribu hektar itu.
"Jumlah lahan seluruhnya itu mencapai 328 ribu hektar, dalam hal ini Bapak Presiden telah menugaskan semua lembaga, mulai dari pencegahan sampai dengan penanggulangan," terang Doni Monardo.
Senada dengan Jokowi, petugas lapangan TNI AD Yusnardi menyebut hasil pemadaman api sudah cukup lumayan.
Ia menegaskan perjuangan itu memang tidak mudah lantaran sebagian besar api muncul di lahan gambut sehingga sulit dipadamkan.
"Sudah cukup lumayan, titik api sudah tidak ada lagi yang besar," kata Yusnardi.
"Tapi masih ada titik-titik api yang menyebar karena ini lahan-lahan gambut."
• Rosi Singgung Demo Ingin Jatuhkan Jokowi, Haris Azhar: Itu dari Mantan 02, Bukan dari Mahasiswa
Dalam video itu, Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan yang akan memperparah karhutla.
"Oleh sebab itu saya mengajak seluruh masyarakat, seluruh rakyat untuk tidak membakar lahan," ucap Jokowi.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Sabtu (5/10/2019), BPPT akan terus menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) meski titik api karhutla sudah jauh berkurang.
Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Utama UPT Hujan Buatan BPPT Edvin Aldrian di Gedung BNPB, Rabu (2/10/2019).
"Selama bulan Oktober (2019), operasi penyemaian garam dari udara tetap dilakukan oleh gabungan BPPT, BMKG dan TNI AU," ungkap Edvin.
Edvin menyebut perjuangan TMC dalam beberapa minggu terakhir sudah berhasil menurunkan hujan di beberapa daerah.
Di antaranya Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jambi.
Meski titik api berkurang drastis, BPPT bersama BMKG, TNI, hingga pemerintah daerah tetap akan terus membuat hujan buatan.
"Rencananya kami akan menyemai garam NaCl dengan jumlah lebih besar ke wilayah terdampak karhutla dengan menggunakan pesawat Hercules C-130," tuturnya.
(TribunWow.com/Ifa Nabila)