Demo Tolak RKUHP dan RUU KPK

Mabes Polri Ambil Alih Kasus 2 Mahasiswa UHO yang Tewas di Demo Kendari, Polda Sultra Ikut Diperiksa

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam menerima mahasiswa UHO yang mendesak pengungkapan kasus yang menewaskan dua rekannya Immawan Randy dan Yusuf Kardawi saat demo.

Randy meninggal akibat luka tembak di dada sebelah kanan.

Luka di dada Randy selebar 5 sentimeter dengan kedalaman 10 sentimeter.

Kepala Bidang Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart mengatakan para mahasiswa UHO mulai berdemo pukul 11.30 WITA.

Harry menyebut Ketua DPRD Sultra sempat meminta perwakilan mahasiswa untuk melakukan audiensi.

Meski awalnya sebagian mahasiswa menyepakati permintaan Ketua DPRD, namun akhirnya massa mahasiswa terpecah.

Sebagian ada yang mencoba masuk ke dalam Gedung DPRD.

Hingga pada pukul 15.30 WITA, ada mahasiswa yang terluka yang tak lain adalah Randy.

Randy langsung dibawa ke Rumah Sakit Korem untuk ditangani namun nyawanya sudah tak tertolong.

Bayi yang Dibuang di Tumpukan Sampah di Jepara Hasil Hubungan Gelap, Ibu Telan 16 Butir Pil Aborsi

"Pada saat dibawa dan sudah berada di Korem dan dilakukan tindakan medis Dokter Korem, (Randy) sudah meninggal," ungkap Harry.

Anggota keluarga Randy, Rasmin tidak terima dan meminta pertanggungjawaban dari petinggi Polri.

“Kami dari pihak keluarga menginginkan bentuk tanggung jawab kepolisian dalam hal ini," ujarnya, Jumat (27/9/2019).

"Jadi bagaimana bentuk tanggung jawabnya, entah seperti apa, kita butuhkan tanggung jawab."

Kakak korban tewas mahasiswa UHO Kendari menangis histeris mengetahui adiknya sudah meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa menolak UU KPK. (KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)

Pihak keluarga Randy sangat menyayangkan peristiwa yang menewaskan Randy tersebut.

Padahal Randy merupakan putra kebanggaan di keluarganya.

Nonton Porno Bareng, Remaja di Kalbar Berhubungan Badan dengan Paman sejak 2018 hingga Hamil 6 Bulan

“Kita dari keluarga besar, mengutuk keras tindak ini, kalau itu benar terjadi (penembakan)," kata Rasmin.

Halaman
1234