Demo Tolak RKUHP dan RUU KPK

Ungkap Mahasiswa Kini Lebih Populer dari Jokowi, Haris Azhar Minta Ali Ngabalin Turunkan Microphone

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Haris Azhar sempat menggoda Ali Mochtar Ngabalin saat keduanya menjadi bintang tamu di acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (1/10/2019).

"Nggak ada yang perlu direspons," kata Haris Azhar tertawa.

Namun, Ali Ngabalin tampak ingin membalas pernyataan Haris Azhar.

"Saya harus jawab ini supaya Bang Haris bisa dengar," kata Ali Ngabalin.

Namun, Karni Ilyas meminta agar Ali Ngabalin berhenti untuk mendebat Haris Azhar.

"Ya sudah cukup-cukup," himbau Karni Ilyas.

Lantas, Haris Azhar menenangkan bahwa demo-demo mahasiswa bukan untuk menurunkan Jokowi.

Fahri Hamzah di ILC Beri Saran untuk Jokowi Berantas Korupsi: Saya Usul, Lupakan Ngomong KPK

Sehingga, Jokowi tetap akan dilantik pada 20 Oktober nanti.

"Saya mau bilang hilangkan yang tidak penting-penting, presiden tidak akan diturunkan. InsyaAllah dia dilantik tanggal 20," lanjut Haris Azhar.

Lihat videonya menit ke 12:11:

Mahfud MD Tegaskan Desakan Keluarkan Perppu KPK Tak ada Hubungannya dengan Pilihan Politik Pilpres

Pakar Tata Hukum Negara, Mahfud MD menegaskan bahwa orang-orang yang demo menolak Revisi Undang-Undang KPK bukan berarti tidak menyukai Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mahfud MD mengatakan, demo penolakan RUU KPK itu menyangkut aspirasi bukan pilihan politik.

Dilansir TribunWow.com, Mahfud MD mengatakan orang-orang yang mendatangi presiden untuk menolak RUU KPK bukan berarti adalah orang-orang yang tidak memilih Jokowi dalam pemilihan presiden 2019.

"Dan jangan dikira orang yang datang ke presiden itu bukan orang yang tidak memilih presiden," tegas Mahfud MD dikutip dari channel YouTube Indonesia Lawyers Club.

"Justru mereka mengatakan 'kami memilih bapak, kami datang ke sini'. Mereka ini mengatakan," imbuhnya.

Halaman
123