Terkini Daerah

17 Warga Cianjur Alami Keracunan Gas Klorin, Perum Tirta Mukti Minta Maaf dan Bayar Biaya Pengobatan

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang korban keracunan gas klorin dari bak penampungan air di Cianjur, Jawa Barat, Senin (30/9/2019).

TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 17 warga Kampung Ciajag III, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami keracunan gas klorin.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Selasa (1/10/2019), gas klorin yang meracuni warga itu berasal dari tabung di bak penampungan air Perumdam Tirta Mukti Cianjur yang mengalami kebocoran, Senin (30/9/2019).

Akibatnya, belasan warga mengalami sesak napas, mata berair dan tenggorokan kering.

Momen saat Penumpang Mobil Beri Dukungan pada Mahasiswa yang Ikuti Demo: Jangan Patah Semangat

Faisal Basri Sebut Ada Peluang Modus Korupsi Lewat BUMN, Ini Penjelasannya

Ketua RT setempat, Sugilar menjelaskan saat tabung gas klorin itu bocor, warga berhamburan keluar rumah.

Sugilar menyebut warga mencium bau yang sangat menyengat.

Selain itu, Sugilar menjelaskan warga juga merasakan sesak napas mendadak setelah menghirup udara yang sudah tercemar gas klorin itu. 

"Awalnya kejadiannya, saya tidak tahu persis, apakah meledak itu tabung atau bocor," kata Sugilar, Senin (30/9/2019).

"Tiba-tiba saja warga pada berhamburan ke luar karena merasa sesak nafas dan tercium bau menyengat."

Penjelasan Dinkes soal Warga Sumedang yang Keracunan Kopi Cleng, Efek Samping Muncul setelah 1 Jam

Dijual dengan Harga Lebih Mahal, Kopi Cleng Sebabkan Warga Sumedang Alami Keracunan

Sugilar menyebut 17 warganya yang mengalami keracunan langsung dievakuasi ke rumah sakit dan klinik setempat untuk mendapat perawatan.

"Sebelas orang dibawa ke rumah sakit dan ada enam orang mendapatkan perawatan di Klinik Assidiq Ciwalen," ujar Sugilar.

Menurutnya, peristiwa bocornya tabung yang mengandung gas klorin itu terjadi saat warga sedang beristirahat.

Ia menyebut jarak antara bak penampungan air milik Perumdam Tirta Mukti Cianjur itu letaknya tak jauh dari permukiman warga.

Hal itu menyebabkan banyak warganya yang tak dapat menghindar dan menghirup gas klorin.

"Karena memang jarak bak air itu dengan pemukiman warga dekat, jadi uapnya ke bawa angin ke pemukiman warga," ungkap Sugilar.

Warga yang mengalami keracunan, Fitri (28) menjelaskan tabung gas klorin itu bocor sekitar pukul 02.00 WIB.

Halaman
12