"Anak saya lahir dengan tangisan yang kencang, tapi ada gangguan di pernapasannya. Jadi, langsung dibantu dengan oksigen," kata Yadi seperti dikutip Kompas.com.
Meski demikian, asupan oksigen bayinya terus melemah.
"Tapi semakin lama, sudah saya azankan, ikomatkan, (bayinya) makin melemah asupan oksigen ke jantung dan paru-parunya juga lemah," lanjut Yadi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Fakta Mengharukan Anak Yadi Sembako yang Meninggal Setelah Lahir".