Demo Tolak RKUHP dan RUU KPK

Setelah Telan Korban, Demo di DPRD Sultra Juga akibatkan Satu Mahasiswa UHO Kendari Kritis

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Sultra Ali Mazi dan Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh berdoa untuk kesembuhan Mahasiswa UHO Kendari, Yusuf Kardawi yang dirawat pasca kerusuhan pasca-demonstrasi di gedung setempat.

Yusuf merupakan warga Desa Lasehao, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Kendari.

Gubernur Sutra Menjenguk Yusuf

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazibersama Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh telah menjenguk Yusuf di RS Bahteramas Kendari, Kamis (26/9/2019) malam. 

Setelah melihat kondisi Yusuf, Ali Mazi mengimbau mahasiswa tetap tenang dan menyerahkan semua proses hukum ke pihak kepolisian.

Terungkap Penyebab Tewasnya Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Ada Luka Tembak di Dada

Catatan Besar Jokowi soal Demo Mahasiwa Tolak RKUHP, Perintahkan Ini ke Menteri Mohammad Nasir

Aksi unjuk rasa menolak Revisi Undang-Undang (RUU) KPK dan Rancangan Kitab Hukum Undang-undang Pidana (RKUHP) di depan Gedung DPRD Sultra berakhir ricuh, Kamis (26/9/2019).

Bentrokan antara aparat polisi dengan demonstran bermula ketika Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh, dan Wakil Ketua, Nursalam Lada dan Herry Asiku hendak menemui massa aksi unjuk rasa.

Mereka menuju gerbang Gedung DPRD Sultra untuk bertemu dengan perwakilan aksi unjuk rasa.

Namun, terdapat perbedaan pendapat antara anggota DPRD Sultra itu dengan perwakilan demonstran.

Perwakilan massa unjuk rasa lalu melakukan orasi di atas truk.

Melihat aksi itu, Abdurrahman Saleh dan beberapa anggota DPRD Sultra lantas ikut menaiki truk itu.

Mereka berusaha menenangkan massa dengan melakukan orasi, namun gagal.

Prabowo Subianto Akhirnya Buka Suara soal Demo Mahasiswa, Kutip Thucydides hingga Buku untuk Jokowi

"Saya mau naik di situ, tapi sebelum naik saya mau dengar aspirasi kalian," kata Abdurrahman.

Tiba-tiba, massa aksi unjuk rasa mendesak masuk ke Gedung DPRD Sultra, namun dihalau oleh polisi.

Bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian pun tak dapat dihindari.

Aparat kepolisian yang bertugas lantas berusaha mengahalu massa dengan menyemprotkan gas air mata.

Halaman
123