TRIBUNWOW.COM - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly kesal lantaran Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) mengenai gelandangan baru diprotes sekarang.
Padahal, menurut Yasonna Laoly, isi RKUHP tentang gelandangan lebih baik dibanding KUHP yang ada sejak zaman penjajahan Belanda atau kolonial.
Dilansir TribunWow.com, pernyataan Yasonna Laoly diungkapkan dalam unggahan kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (24/9/2019).
• Anggap Mahasiswa Tak Paham RKUHP, Yasonna Laoly: Saya sampai Tutup Mata, Malu Didengar Orang di ILC
Yasonna Laoly menyebut KUHP sudah berumur lebih dari 100 tahun.
"KUHP ini zaman Indonesia sudah 72 tahun, kalau dihitung zaman Belanda 102 tahun, 126 tahun," ujar Yasonna Laoly.
Bahkan Profesor Muladi, orang yang terlibat dalam pengkajian RKUHP sampai meneteskan air mata lantaran kecewa pengesahan RKUHP ditunda.
"Dan ini dimulai, sudah dibahas tujuh presiden, makanya waktu pada pembahasan tingkat pertama selesai, Pak Muladi itu mengeluarkan air mata," ujar Yasonna Laoly.
"Kami sudah membayar utang kami kepada profesor-profesor kami, guru-guru kami yang sebelumnya. Ini adalah perjuangan panjang anak-anak bangsa untuk menggantikan hukum kolonial."
• Mahasiswa Debat dengan Yasonna Laoly di ILC, Karni Ilyas 2 Kali Imbau Ketua BEM UGM dan UI
Yasonna Laoly menggarisbawahi bahwa RKUHP ini tidak tiba-tiba dirumuskan, namun melalui proses yang panjang.
Dalam proses itu, Yasonna Laoly menyebut sebenarnya ada kesempatan untuk berdiskusi secara terbuka yang memungkinkan masyarakat melakukan protes sejak dini.
"Dan jangan dikatakan bahwa Undang-Undang ini dibahas ujuk-ujuk dan tanpa ada proses," tegas Yasonna Laoly.
"Pergi ke kampus, pergi mendengar orang-orang di mana-mana, pergi ke kampus-kampus di mana-mana, dan tiap panja terbuka untuk umum, tiap raker terbuka untuk umum," sambungnya.
Yasonna Laoly pun heran isi dari RKUHP, apalagi mengenai gelandangan dan unggas sampai dipermasalahkan di media cetak besar.
• Disebut Bodoh karena Tak Baca UU oleh Yasonna Laoly, Dian Sastro: Daripada Merasa Sudah Tahu Semua
"Oleh karenanya ketika ada perdebatan mengatakan 'Mengapa gelandangan diatur? Mengapa burung unggas (diatur)?'," kata Yasonna Laoly.
"Bahkan dimuat di koran-koran kredibel, saya kecewa kalau koran-koran kredibel memuat seperti itu."