TRIBUNWOW.COM - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar menyebut Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly bertindak seolah membela gelandangan dengan memberi mereka denda.
Haris Azhar menyatakan pemberian denda terhadap gelandangan merupakan tradisi negara Barat.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber di acara 'Indonesia Lawyers Club', Selasa (24/9/2019).
Haris Azhar menyebut Pasal Denda Gelandangan dalam RKUHP tersebut justru membuat masyarakat Indonesia semakin menderita.
"Gembel tidak nonton acara ILC, enggak dengar pidato yang sangat luar biasa dari Pak Menteri," kata Haris Azhar.
• Ketua BEM UI Tak Bisa Bantah saat Yasonna Laoly Klaim Punya Bukti Fakta Lain Demo Mahasiswa di DPR
• Tanggapi Demo Mahasiswa yang Tolak RKUHP dan RUU KPK, Iwan Fals: Jadi Pengin Kuliah Lagi
Ia menyebut para gelandangan untuk sekedar menonton acara televisi pun tidak bisa, apa lagi membayar denda.
Haris Azhar lantas menyinggung para anggota DPR yang memakai pakaian mahal.
"Gembel enggak nonton ILC karena dia harus tidur di gerobak, enggak dengar pendapat dari anggota dewan yang hebat pakai jas dan cincin yang mahal," ujar Haris Azhar.
Menurutnya, pemberian denda terhadap gelandangan merupakan tradisi negara Barat.
Ia menyoroti pernyataan Yasonna Laoly yang juga menjadi narasumber di acara itu.
"Jadi kalau tradisi menghukum gembel, Pak Menteri tadi seolah-olah hebat membela gembel, jadi dihukum, menjadi dikasih denda," ucap Haris Azhar.
"Itu tradisi di negara Barat yang dicegah, katanya enggak mau cari tradisi negara negara Barat."
Haris Azhar lantas menyinggung pendapat Arsul Sani yang juga menjadi narasumber di acara itu.
"Pak Arsul ini kan S3-nya di Skotlandia tentang hukum perdata," ucapnya.
"Tadi dia (Arsul Sani) mengutip bahwa ini kan pemikiran teman-teman yang sekolahnya di luar negeri di negara Barat, ini kadang ngomong di media ini sejarah kolonialisme."
• Di Depan Yasonna Laoly, Haris Azhar Kritik RKUHP Pasal Denda Gelandangan: Gembel Nggak Nonton ILC
• Di ILC, Pakar Hukum Irman Putra Akui Belum Baca RKUHP: Saya Takut Ikut Menolak Nanti