Revisi UU KPK

Sudjiwo Tedjo Kritik Ucapan Fahri Hamzah di ILC soal OTT KPK di Indonesia: Saya Agak Keberatan

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Budayawan Sudjiwo Tedjo menuturkan tak setuju dengan ucapan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengenai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kalau saya di undang ke sini, saya bilang terima kasih itu hanya basa basi, karena emang magis ke sana (menunjuk ke atas), dengan begitu kita akan independen. Segalak-galaknya di sini saya diawasi istri saya istri saya takut sama anak saya," katanya.

Bahkan sosok Presiden Joko Widodo sekalipun akan takut saat seorang tukang cukur memegang kepalanya.

"Pak Jokowi mungkin takut sama tukang cukur, enggak ada penguasa secara kebudayaan, semua melingkar."

"Kalau soal curiga mencurigai, nah itu genetik sekarang makin lama makin curiga karena mereka yang curigalah yang hidup hingga meneruskan gennya."

"Begitu ada macan ada gerombolan-gerombolan itu goyang-goyang itu pasti ada macan, kita lari, kita yang selamat."

"Kalau yang enggak lari, ini teori evolusi dimakan macan ya punah," katanya.

"Sehingga manu sapiens yang berlangsung hidupnya itu yang penuh kecurigaan termasuk kecurigaan saya terhadap DPR," pungkasnya.

Sebut KPK Bertindak seperti Oposisi, Nawawi Pomolango: Saya Sangat Setuju UU KPK Direvisi

Lihat videonya di menit ke 3.36

Sedangkan sebelumnya, Fahri Hamzah menyebutkan bahwa tak ada lembaga di Indonesia yang mengerti kondisi KPK.

"Bahwa tidak ada lembaga negara yang mengerti apa yang terjadi di dalam KPK itu," ujar Fahri Hamzah.

Ia mengatakan bahwa saat Jokowi meminta agar para investor ke Indonesia, ada yang mereka ragukan.

Yakni banyaknya OTT KPK yang terjadi.

"Mereka enggak tahu misalnya presiden di luar negeri, 'Come to my country, come invest to my country', kaya begitu, tiba-tiba di sini ada pengakapan orang tiap hari," paparnya.

"Jadi yang punya uang di luar bilang 'Bagaimana Bapak presiden ini, ngajak datang ke sana, sana banyak maling, ya enggak bisa lah'."

"Akhirnya kan pertumubuhan ekonominya mandek. Basisnya utang, mencabut subsidi. Beda utang sama investasi lho," pungkas Fahri Hamzah.

Halaman
123