TRIBUNWOW.COM - Sebelum memutuskan untuk membangun Istana Negara di Papua Presiden Joko Widodo (Jokowi) diskusi dengan berbisik-bisik lebih dulu dengan para menteri karena takut tidak ada dana.
Jokowi mengatakan rencana membangun Istana Negara di Papua tersebut pada pertemuan digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Selasa (10/9/2019) siang.
Diskusi antara Jokowi dan para menteri itu turut diunggah di channel Youtube tvOneNews, Selasa (10/9/2019).
Mulanya, Jokowi terlihat berbisik dengan dua menteri yang ada di samping kirinya.
Yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menkopolhukam Wiranto.
"Enggak ini saya bisik-bisik dulu sama para menteri supaya keputusanya tidak keliru," ujar Jokowi.
"Nanti saya sudah ngomong ya, duitnya enggak ada," lanjutnya.
Jokowi menuturkan bahwa pembangunan Istana Negara di Papua akan dimulai pada tahun depan.
"Jadi mulai tahun depan Istana ini akan mulai di bangun," kata Joko Widodo disambut riuh tepuk tangan peserta yang hadir.
• Jokowi akan Paksa BUMN dan Swasta Terima 1.000 Mahasiswa Papua untuk Bekerja: Jadi Kewenangan Saya
Permintaan untuk membangun Istana Negara di Papua pada awalnya disampaikan oleh Ketua DPRD Jayapura Abisai Rollo.
"(Permintaan) yang kesembilan membangun Istana Presiden RI di Papua, di ibu kota provinsi Papua, di Kota Jayapura," kata Abisai yang dikutip dari Kompas.com.
Abisai berharap saat Joko Widodo mengunjungi Papua, Presiden Indoenesia itu bisa bekerja di kantornya sendiri.
"Sehingga perjalanan presiden bukan hanya berkunjung, tapi berkantor di Papua," jelas Abisai.
Selain itu Abisai juga mengatakan Joko Widodo tidak perlu khawatir tentang ketersediaan lahan yang ada di Papua.
• BJ Habibie Jalani Perawatan Selama Satu Minggu, Jokowi Jenguk Langsung di RSPAD Gatot Soebroto
Abisai mengaku siap akan memberikan lahanya seluas 10 hektar untuk membangun Istana di Jayapura.