TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menilai, bahwa panitia seleksi (pansel) untuk pemilihan pemimpin KPK yang baru, tidak memenuhi kualifikasi yang ada.
Pada acara Mata Najwa yang tayang di Trans7, Busyro mengaku mendapat kabar bahwa dari 20 nama calon pemimpin (capim) dari elemen sipil, hanya satu saja yang lolos.
Acara tersebut diunggah di channel YouTube Najwa Shihab dengan judul 'Hidup Mati KPK: Pansel Capim KPK Menjawab Kontroversi (Part 4)' yang tayang pada Kamis (29/8/2019).
• Roby Capim KPK Sebut Banyak Pejabat Tak Tenang Bekerja karena KPK, Najwa Shihab Kaget dan Tanya Ini
Busyro yang diminta menilai cara kerja pansel, menjelaskan bahwa pansel haruslah terdiri dari orang-orang yang sesuai dengan karakteristik dari KPK.
"Cara bekerjanya pansel itu tergantung pada personalia pansel itu sendiri. Apakah memiliki kualifikasi yang diukur dari karakteristik KPK sebagai lembaga penegak hukum, pemberantasan korupsi yang independen," ucap Busyro.
Busyro juga menyebut, bahwa KPK adalah lembaga hukum independen yang langsung ada di bawah Presiden RI, yang saat ini dijabat oleh Joko Widodo (Jokowi).
Selain itu, Busyro juga menyebut, pemilihan pansel haruslah memiliki kualifikasi khusus, yang langsung diberikan presiden.
Sedangkan Busyro menilai pansel yang sudah dibentuk, tidaklah memenuhi syarat kualifikasi.
• Najwa Shihab Kaget Capim KPK Roby Arya Sebut KPK Buat Mandeg Pemerintahan: Tidak Bermanfaat?
"Dari segi prosedural, itu tidak memenuhi syarat langkah-langkah presiden yang demokratis," ucap Busyro.
Mantan ketua KPK itu mengatakan, Negara Indonesia merupakan negara hukum yang demokrasi.
Karena berpegang pada hukum yang demokrasi, maka presiden pun harus memberikan kesempatan pada elemen sipil, untuk terlibat dalam proses pemilihan pimpinan KPK.
"Maka konsekuensinya, presiden semestinya menghormati hak-hak demokrasi yang itu melekat pada unsur masyarakat sipil, untuk dimintai masukan-masukan bagaimana kualifikasi pansel itu tidak sepihak oleh presiden saja," ucap Busyro.
Tidak hanya menyinggung pansel yang tidak sesuai syarat, Busyro juga mendengar kabar bahwa tidak banyak capim yang berasal dari elemen sipil.
• Sudah Tiga Kali Ikuti Uji Seleksi Pimpinan KPK, Roby Arya Sebut Lebih Ketat daripada Sebelumnya
"Saya dengar ada masukan-masukan dari elemen masyarakat sipil, ada 20 nama yang dimasukan di situ, dimasukan ke kepresidenan. Dari 20 nama itu, hanya satu yang kemudian masuk, yang lain tidak. Mengapa tidak?," tanya Busyro.
Ia pun berharap agar pansel dapat menjelaskan, alasan tidak menerima 19 nama dari elemen sipil yang tidak diterima.
Lihat video pada menit ke-1:15:
(TribunWow.com/Ami)
WOW TODAY: