Ditemui Kompas.com di rumahnya di Kedondong Kidul Gang 1, Kelurahan/Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Rabu (28/8/2019), Andre mengaku menyesal atas kejadian tersebut.
"Saya tidak menyangka dulu melakukan hal itu ke ibu, saya menyesal," kata Andre bercerita selama ibunya dirawat di rumah sakit, ia dan ayahnya selalu menemani ibunya dan memberi semangat agar ibunya bisa sembuh.
"Waktu di rumah sakit, ibu sempat berpesan bahwa saya harus berubah dan berperilaku baik, cuma gitu saja. Saya juga sudah enggak mau aneh-aneh lagi," ujar Andre.
3. Ikut pelatihan kerja Pemkot Surabaya
Setelah video tersebut viral, Andre yang masih belum memiliki pekerjaan ditawari untuk memgikuti pelatihan kerja yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya.
Andre memilih mengikuti pelatihan sebagai tenaga jasa servis AC.
"Sebenarnya hari ini Andre ikut pelatihan tetapi ibu dipanggil duluan," jelas Novi, kakak Andre.
Sementara itu Andre mengaku pernah menyampaikan kepada ibunya akan mencari pekerjaan agar tidak menjadi beban ibunya yang selama ini membiayai kebutuhannya sehari-hari.
"Saya ingin menjadi anak yang lebih baik lagi. Menjadi anak yang benar-benar baik, enggak boleh seperti dulu lagi. Ibu sudah tidak ada, saya harus lebih baik," tutur Andre.
• Pesan Terakhir Rusmini yang Viral Diinjak Anaknya sebelum Meninggal Dunia: Ibu Tak Ingin Merepotkan
4. Sempat diamankan polisi
Saat video anak yang menginjak kepala ibunya viral di media sosial, polisi sempat mengamankan Andre dari rumahnya di Jalan Kedondong Kidul I Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya.
Namun polisi tidak memprosesnya atas permintaan keluarga.
"Keluarganya termasuk Ibu dan kedua kakaknya sempat menolak saat Andri diamankan. Beberapa lama kemudian, kakaknya bernama Novi menyusul ke kantor polisi," kata Kepala Polsek Tegalsari Kompol Rendy, Rabu (28/8/2019).
Atas pertimbangan dari keluarga, Andri tidak ditahan dan hanya diperiksa.
5. Tanda tangan surat perjanjian