Terkini Nasional

Ridwan Saidi Sebut Kerajaan Sriwijaya Fiktif dan Prasasti Tiruan, Arkeolog: Tidak Mengakui Indonesia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Budayawan Betawi Ridwan Saidi

Ridwan Saidi menyebut prasasti itu dibuat kopiannya di Indonesia dengan tujuan agar orang Champa yang ada di sana tetap mengingat nenek moyangnya.

Berikut video lengkapnya (menit ke-2.05):

Di ILC, KPPPA Jelaskan Awal Munculnya Hukuman Kebiri, Sebut Banyak Kasus Serius yang Terjadi

Sementara itu, Retno Purwati mengimbau agar masyarakat lebih kritis dan tidak menelan mentah-mentah apa yang dikatakan Ridwan Saidi.

Retno Purwati menganggap pernyataan Ridwan Saidi hanyalah lelucon.

“Saya kira begini era medsos itu kan kita juga harus kritis, kita lihatlah yang berkomentar itu siapa."

"Kalau yang berkomentar bukan sejarawan, bukan arkeolog ya sudah anggap saja itu sebagai lelucon, enggak usah ditanggapi,” ujar Retno Purwati.

Retno Purwati menganggap pernyataan Ridwan Saidi tak perlu dipikirkan serius.

"Mungkin cari sesuatu (sensasi) atau apalah, enggak usah ditanggapi terlalu serius. Apalagi pernyataan itu kan enggak lengkap ya, jadi saya pikir kalau ditanggapi buat capek saja," tuturnya.

Bahkan Retno Purwati beranggapan bahwa ucapan Ridwan Saidi itu tidak mengakui sejarah yang sama saja tidak mengakui Indonesia.

"Kalau tidak mengakui sejarah, sama saja tidak mengakui Indonesia kita dong. Ini juga menghilangkan sejarah Indonesia,” jelas Retno Purwati.

(TribunWow.com/Ifa Nabila)

WOW TODAY: