Kabinet Jokowi

Soal Bergabung ke Kabinet Jokowi, Gerindra: Membantu Pemerintah Tak Harus Mendukung Penuh

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo saat bertemu calon presiden Prabowo Subianto usai sama-sama mencoba kereta MRT di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, 13 Juli 2019.

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Umum Gerindra, Edhy Prabowo, menanggapi soal kabar kader Partai Gerindra yang disebut akan bergabung dalam kabinet menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2019-2024.

Edhy Prabowo menyebut Gerindra nantinya pasti akan membantu pemerintah, namun bentuk bantuan itu tak harus dalam bentuk dukungan.

Hal tersebut diungkapkan Edhy Prabowo dalam wawancara unggahan kanal YouTube KOMPASTV, Selasa (20/8/2019).

Edhy Prabowo mengaku tidak terlalu memikirkan apakah kader Gerindra akan direkrut dalam pemerintahan Jokowi atau tidak lantaran itu adalah hak presiden.

"Tentang adanya kader Gerindra yang dibawa ke dalam pemerintahan itu kan hak prerogatifnya Presiden," ujar Edhy Prabowo.

Fakta Mobil Dinas Baru Kabinet Jokowi Jilid II: Dianggarkan Rp 147 Miliar, Lihat Penampakannya

Tanggapi Kerusuhan Papua, Jokowi: Bisa Saja Ada yang Membonceng atau Penumpang Gelap

Edhy Prabowo menyebut pertemuan Jokowi dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di MRT beberapa waktu lalu sudah cukup menjawab pertanyaan masyarakat.

Saat itu Prabowo menyebut dirinya akan turut membantu pemerintahan Jokowi.

"Pak Prabowo secara terbuka di MRT, pada saat pertemuan MRT sudah menyampaikan 'Siap membantu'," kata Edhy Prabowo.

Namun Edhy Prabowo membebaskan bagaimana masyarakat akan mengartikan kalimat Prabowo tersebut.

Edhy Prabowo juga mengungkap bahwa selama ini Gerindra juga membantu pemerintahan meski tidak menjadi bagian di dalamnya dan berperan sebagai penyeimbang.

Bukan Pembangunan Infrastruktur, Ini yang Dilakukan Jokowi untuk Menangkan Hati Papua setelah Rusuh

"Silakan diartikan seperti apa, membantu pun kita tidak harus di dalam parlemen, tidak harus di dalam parlemen, selama lima tahun ini kita sudah membantu check and balance," terang Edhy Prabowo.

Edhy Prabowo kemudian menyebut bentuk bantuan dari Gerindra tidak harus berupa dukungan penuh kepada pemerintah.

Sehingga jika seandainya Gerindra berada di dalam pemerintah, maka kadernya tidak akan serta merta terus mendukung pemerintah dan tetap bersikap kritis.

"Memang membantu kan tidak seluruhnya harus mendukung setuju salah benar, kan bukan begitu," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo sempat dikunjungi Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).

Berikut video lengkapnya (dari menit awal):

 

Unggahan Kedua Jokowi soal Kerusuhan Papua, Sebut Sudah Minta Maaf hingga Undang Tokoh ke Istana

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Jumat (23/8/2019), banyak pihak yang menyebut pertemuan di antara keduanya membahas soal menteri.

Namun Prabowo membantah bahwa pertemuan itu membahas soal jatah menteri.

Prabowo menyebut persoalan kandidat menteri adalah hak prerogatif presiden.

“Coba kita pisahkan masalah teknis, kalau itu (menteri) harus kita hormati sebagai hak prerogatif Presiden."

"Kalau partai mencari titik temu kerja sama di tempat lain seperti legislatif, beda lagi,” ungkap Prabowo.

Prabowo menjelaskan pihak Gerindra dan PPP bertemu untuk membahas kondisi bangsa Indonesia terkini.

Bahkan pembicaraan itu juga disebut banyak diselingi candaan.

“Hari ini sebetulnya menyambung komunikasi politik dan silaturahmi dengan kawan lama, mungkin wartawan dengar kita banyak ketawa di dalam," tuturnya.

Jokowi Sebut Papua Provinsi yang Paling Sering Dikunjungi, Nekat Blusukan ke Nduga meski Dilarang

Dalam pertemuannya dengan pihak PPP, Prabowo mengaku sudah memberi masukan soal ekonomi.

Masukan itu disampaikan Prabowo lantaran PPP yang berada di dalam pemerintah bisa langsung menyerap aspirasinya.

"Saya sendiri memberi masukan masalah ekonomi karena PPP kebetulan berada di pemerintahan sekarang dan kami memiliki pandangan yang sama melihat kondisi bangsa sekarang," terang Prabowo.

Untuk ke depannya, Prabowo menyebut dirinya tak akan membeda-bedakan antara partai nasionalis dan religius dalam kerja sama membangun bangsa.

"Partai religius itu tetap nasionalis, partai nasionalis juga religius, jadi banyak kesamaan. Coba lihat beliau pakai kemeja hitam dengan gambar Pancasila,” ujarnya sambil menunjuk pakaian Suharso. (TribunWow.com/Ifa Nabila)

WOW TODAY: