HUT Kemerdekaan RI

5 Berita Viral Paskibraka HUT RI, Kena Paku hingga Kisah Koko Ardiansyah yang Diundang ke Istana

Penulis: Vintoko
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

kaki tertancap paku dialami oleh seorang paskibra pembawa baki bendera Merah Putih dalam upacara HUT ke-74 Republik Indonesia (RI) di Morowali Utara, pada Sabtu (17/8/2019).

TRIBUNWOW.COM - Indonesia pada Sabtu, 17 Agustus 2019 merayakan hari kemerdekaan yang ke-74 tahun.

Sejumlah berita viral terjadi saat hari kemerdekaan ke-74 RI terjadi, termasuk berita soal paskibraka.

Dirangkum TribunWow.com, berikut 5 berita viral paskibraka yang terjadi saat hari kemerdekaan ke-74 RI.

1. Paskibraka Tertancap Paku

kaki tertancap paku dialami oleh seorang paskibra pembawa baki bendera Merah Putih dalam upacara HUT ke-74 Republik Indonesia (RI) di Morowali Utara, pada Sabtu (17/8/2019). (IG @makassar_iinfo)

Sebuah insiden kaki tertancap paku dialami oleh seorang paskibra pembawa baki bendera Merah Putih dalam upacara HUT ke-74 Republik Indonesia (RI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (17/8/2019).

Video dan foto itu beredar luas di media sosial sebagai pengingat upaya terselenggaranya upacara HUT ke-74 RI yang patut diapresiasi.

Dikutip TribunWow.com, akun Facebook Andy Adiet Arsyil turut membagikan peristiwa ini.

VIRAL Foto dan Video Kaki Paskibra Tertancap Paku, Tugas Kibarkan sang Merah Putih Tetap Berlanjut

Dalam unggahannya, ia menulis ada kejadian paskibra perempuan di Kabupaten Morowali Utara, yang kakinya tertusuk paku.

Meski mengalami insiden menyakitkan itu, si paskibraka tetap membawa baki hingga sang Merah Putih berkibar.

Upacara pun terlaksana hingga selesai.

''Kejadian salah satu anggota Paskibraka Kab. Morowali Utara tertusuk paku ditengah pelaksanaan Upacara HUT Republik Indonesia ke 74 hari ini (17/08/2019).

Meskipun mengalami insiden tertusuk paku Paskibraka pembawa baki bendera merah putih ini tetap melanjutkan tugasnya hingga selesai. Upacara juga dilaksanakan dalam kondisi lapangan yang kurang baik karena lapangan yang berlumpur."

Sebuah insiden kaki tertancap paku dialami oleh seorang paskibra pembawa baki bendera Merah Putih dalam upacara HUT ke-74 Republik Indonesia (RI) di Morowali Utara, pada Sabtu (17/8/2019). (ig @makassar_iinfo)

Dalam video yang diunggah akun Instagram @makassar_iinfo, Sabtu (17/8/2019), terlihat seorang memperlihatkan paku yang menancap dalam sepatu pantofel sang paskibra.

Paku itu terlihat berukuran tak terlalu kecil, menancap di bawah dan tembus ke dalam sepatu.

Telihat juga kaos kaki yang terkena noda darah dalam video itu.

"Ini ada kejadian, kaki tertancap paku di tengah pengibaran bendera, paskibra di Kabupaten Morowali Utara," ujar seorang dalam video itu.

Baca selengkapnya: VIRAL Foto dan Video Kaki Paskibra Tertancap Paku, Tugas Kibarkan sang Merah Putih Tetap Berlanjut

2. Viral Siswa yang Dikeluarkan Jadi Anggota Paskibraka

Koko Ardiansyah dihubungi lewat video call oleh menpora Imam Nahrawi. (YouTUbe Official iNews)

Sementara itu, Koko Ardiansyah yang gagal menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Kabupaten Labuhan Batu akhirnya diundang ke Jakarta.

Sebelumnya, kisah Koko Ardiansyah viral di media sosial lantaran dikeluarkan dari paskibraka kabupaten tanpa alasan yang jelas.

Sebagai bentuk apresiasi, Koko Ardiansyah diajak untuk mengikuti upacara 17 Agustus di Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora).

Peryataan tersebut disampaikan pada tayangan Metro Pagi yang tayang di MetroTv pada Sabtu (17/8/2019).

Ramainya kasus tersebut membuat kemenpora bersama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kasus yang menimpa Koko Ardiansyah.

Dalam konferensi pers, Deputi Bidang Pengembangan Kemenpora Asrorun Niam, membenarkan bahwa Koko adalah anggota paskibra cadangan dari Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara.

"Koko itu lulus cadangan, benar juga dia sudah mengukur baju. Tapi yang bersangkutan pada saat penetapan untuk dipanggil masuk pendidikan dan latihan tidak dipanggil," ucap Asrorun Niam.

Alasan yang diberikan pada Koko yaitu sudah ada pengganti untuk dirinya, yang merupakan anak yang tak lulus seleksi provinsi.

"Dengan alasan yang dicadangkan untuk dia itu ada, yaitu calon yang ikut seleksi di tingkat provinsi yaitu dua orang," ucap Asrorun Niam.

Selain itu ia juga membenarkan, bahwa pengganti Koko adalah anak dari PLT Bupati Labuhan Batu.

Baca selengkapnya: Gagal Jadi Paskibraka Kabupaten Labuhan Batu, Koko Ardiansyah Diundang Upacara di Kemenpora

3. Tekad Salma El Mutafaqqiha Jadi Paskibraka Nasional

Presiden Joko Widodo (kiri) menyalami anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) saat upacara pengukuhan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2019). Presiden Joko Widodo mengukuhkan 68 anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Memiliki tekat kuat untuk menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) nasional, Salma El Mutafiqqiha perwakilan Jawa Tengah justru terpilih menjadi pembawa baki di ucapara HUT ke-74 RI.

Pada upacara hari kemerdekaan tersebut, telah dipilih 68 putra putri daerah untuk bertugas sebagai paskibraka nasional.

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Sabtu (17/8/2019), Salma satu di antara 68 putra putri daerah mendapat kebanggaan dengan menjadi pembawa bendera Merah Putih.

Salma diketahui merupakan siswa yang menempuh pendidikan di SMA Pradita Dirgantara Boyolali.

Gadis yang memiliki sifat disiplin ini merupana putri dari pasangan Achmad Aswin Achzab dan Nursinah.

Untuk menggapai keinginannya menjadi paskibraka nasional, Salma harus bersaing dengan ratusan siswa lainnya.

Dengan tekat yang kuat ia berhasil melewati semua seleksi hingga menjadi wakil Jawa Tengah di paskibarka nasional.

Menurut Wakil Kepala Sekolah SMA Pradita Dirgantara Boyolali, Dody Sumardi, Salma sudah menunjukan bakatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler paskibraka di sekolah.

"Dia ikut Ekskul Paskibaraka di SMA Pradita Dirgantara," ucap Dody, Senin (5/8/2019), dikutip dari TribunSolo.com.

Dody mengakui kegigihan gadis kelahiran Malang 16 Desember 2002 itu untuk menjadi paskibraka nasional.

Ia mengaku pernah mengingatkan kesehatan siswanya yang begitu berprestasi.

Baca selengkapnya: Bertekat Jadi Paskibraka Nasional, Salma El Mutafaqqiha Lolos dan Bawa Baki dalam Tim Merah

4. Kisah Anak Yatim Terpilih sebagai Paskibraka Nasional

Ibu Asraf, Atik, berdiri di depan rumahnya yang sudah dibedah pemerintah setempat di Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (14/8/2019). Asraf salah satu Paskibraka nasional perwakilan Riau. (Kompas.com/Idon)

Muhamat Asraf, putra daerah yang terpilih menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) tingkat nasional, mewakili Provinsi Riau.

Asraf adalah anak yatim yang hanya hidup dengan ibunya dengan berbagai keterbatasan.

Lihat Putrinya Jadi Anggota Paskibraka, Baiq Nuril: Kemerdekaan Itu Benar-benar Saya Rasakan

Saat akan mengikuti ujian seleksi paskibraka nasional, Asraf sampai harus meminjam sepatu robek milik tetangganya.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (16/8/2019), Asraf tinggal dengan sang ibu yang bernama Atik di Desa Bina Baru, Kecamatan kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar.

Anak kelaihran tahun 2002 itu adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang kini duduk di bangku kelas 2 di SMA 1 Kampar Kiri Tengah.

Sang ibu merasa sangat bangga saat mengetahui putranya terpilih mewakili provinsi Riau, menjadi paskibraka di Istana Negara pada Sabtu (17/8/2019).

"Alhamdulillah, saya bangga sekali. Sungguh saya tidak menyangka Asraf bisa lolos ke tingkat pusat," ucap Atik saat diwawancarai wartawan di rumahnya, di Desa Bina Baru, Rabu (14/8/2019)

Baca selengkapnya: Terpilih Jadi Paskibarka Nasional, Anak Yatim yang Pinjam Sepatu Robek untuk Ujian Seleksi

5. Anak Sopir Truk Jadi Paskibraka Nasional

Anaknya Terpilih Jadi Pasukan Paski Nasional, Sopir Truk di Mamasa Menangis Haru. (JUNAEDI)

Seorang anak sopir di Mamas, Sulawesi Barat lolos seleksi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) nasional.

Wisko Pralistra, seorang remaja 15 tahun ini akan menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera di Istana Negara pada 17 Agustus 2019.

Prestasinya itu membuat keluarga dan daerahnya bangga.

HUT ke-74 RI, Ini Ucapan Spesial dari Rossa, Tasya, dan Arie Untung untuk Sambut Kemerdekaan

Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Timur.com, Kamis (15/8/2019), pelepasan Wisko dilakukan langsung oleh Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi.

Pelepasan dilakukan saat apel pagi pada Senin (22/7/2019) di halaman Kantor Bupati Mamasa.

Ramlan mengaku bangga adanya putra daerah, yang terpilih untuk menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera di Istana Negara.

Hal itu cukup membanggakan mengingat sejak 17 tahun terbentuk menjadi sebuah Kabupaten, baru pertama kali ada siswa yang terpilih menjadi Paskibraka nasional.

"Selaku pemerintah tentu saya bangga karena ada anak didik kita yang bisa tembus di tingkat nasional," Selasa (23/7/2019).

Baca selengkapnya: Anak Sopir Truk di Mamasa Jadi Paskibraka Nasional, Wakil Pertama Sejak Kabupaten Berdiri

(TribunWow.com)

WOW TODAY: