Terkini Daerah

Kronologi Perampok Bertopeng Aniaya Warga di Sumba Timur hingga Bawa Kabur 9 Kuda

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Keluarga korban sedang berada di rumah RSUD Umbu Rara Meha Waingapu.

"Tadi pagi kami lihat dari 17 ekor itu, ada sembilan ekor belum dapat lihat. Satu ekor kerbau yang dihantam di leher itu juga tidak tahu lagi antara mati atau hidup, sementara di rumah itu juga ada ternak sapi dan sejumlah ternak kerbau masih utuh tidak hilang."

"HPnya korban juga mereka bawa, perampok juga bongkar lemari-lemari dengan parang, entah apa yang donk bawa kita juga belum tahu," ungkap Eduard.

Setelah kawanan perampok kabur, kata Eduard, korban berusaha merangkak turun dari rumah berjalan dengan merangkak dan berusaha berteriak.

Warga yang mendengar teriakan korban lalu datang dan membawa korban ke Puskesmas Lewa untuk mendapat pertolongan medis,

Sementara warga lainnya berusaha mencari ternak yang hilang, tapi tidak dapat menemukannya.

Jarak antara rumah korban dirampok dengan rumah warga sangat jauh sekitar 1 kilometer.

Rayakan Idul Adha Lebih Cepat, Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang Sudah Laksanakan Salat Id

Sehingga saat kejadian itu baik keluarga maupun warga tidak mengetahuinya.

Eduard nengatakan kawanan perampok itu diperkirakan beranggota lebih dari sepuluh orang.

Mereka mengenakan topeng sehingga korban tidak bisa hafal kawanan perampok itu, tapi rata-rata semua pelakunya diduga anak-anak muda.

"Kita tidak tahu perampok itu dari mana karena mereka pakai topeng, rata-rata pelaku-pelaku perampok itu anak-anak muda. Polisi juga sudah mulai tadi malam mereka sedang mencari pelaku perampokan itu bersama keluarga dan warga,"kata Eduard.

Eduard mengatakan korban juga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat perampokan itu.

"Hitung saja harga kuda, korban punya kuda itu besar-besar semua harga sekitar 8 sampai 9 juta rupiah per ekor, tambah lagi dengan kerbau satu ekor itu harganya sekitar 30 juta lebih,"ungkap Eduard.

Eduard juga meminta kepada Pemerintah baik Pemda Sumba Timur, Pemprov NTT dan pihak keamanan agar bisa melihat kejadian ini untuk bisa mencari solusi, mengamankan mereka dan ternak mereka dari ancaman para perampok.

Sebab sejauh ini sudah sering terjadi kasus perampokan yang terjadi di Lewa.

Sementara itu pantauan POS-KUPANG.COM korban sedang ditangani oleh pihak medis di ruangan UGD RSUD Umbu Rara Meha Waingapu.

Halaman
123