TRIBUNWOW.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sedang menggelar Kongres V di Bali pada Kamis (8/8/2019) hingga Minggu (11/8/2019).
Pada kongres tersebut, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menceritakan pengalamanya diberi tugas okeh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Megawati mengatakan dirinya mendapat tugas sesaat setelah Jokowi menjadi Presiden pada 2014.
Megawati sempat mengaku kaget lantaran dirinya merupakan seorang pensiun presiden.
Tugas tersebut disampaikan Jokowi melalui Menteri Sekretaris Kabinetnya, Pramono Anung.
"Makanya kalau kita diwariskan Pancasila, kan orang suka ribut ya, aduh saya ini masak sudah pensiun presiden, wah kan sudah paling top di Indonesia ini, sama Pak Jokowi tahu-tahu saya ditelepon oleh Pak Seskab waktu itu. Saya sedang di luar negeri," kata Megawati dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kamis (16/8/2019).
• Beberkan Alasan Kenakan Baju Adat Bali pada Kongres PDIP, Jokowi Klaim Dirinya Sekarang Tampan
Rupanya, Megawati diberi tugas oleh Jokowi menjadi Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
BPIP merupakan satu di antara unit kerja Presiden.
"Dia bilang, Ibu, Ibu diberi tugas. Tugas apa? Untuk jadi ketua dewan pengarah, sebuah badan baru. Badan pembinaan ideologi Pancasila. Wah keren ya saya pikir," ungkapnya.
Namun, Megawati tak membantah dirinya sempat terkejut.
Pasalnya, dirinya adalah Presiden ke-5 Republik Indonesia, namun setelahnya justru menjadi pengurus unit kerja Presiden Jokowi.
"Terus saya spontan bilang dengan Pak Pram. Pram, kamu mbok ya jangan main-main lho, jelek-jelek saya presiden ke-5 lho."
"Lha mosok melorot unit kerja presiden. Aku bilang, kasih tahu dong sama Presiden biar sedikit keren. Itu sudah diputuskan bu, Ya Allah saya bilang," tutur Megawati panjang lebar.
• Jokowi Minta Maaf pada Prabowo Subianto pada Kongres PDIP: Di Bali Memang 91,4 Persen
Mendapat tugas tersebut, Megawati tak langsung menerima tawaran menjadi ketu BPIP
"Gimana ya, saya mikir dulu ya," ucapnya.