TRIBUNWOW.COM - Mantan calon wakil presiden nomot urut 02, Sandiaga Uno, memberikan tanggapannya mengenai pertemuan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Diketahui, Surya Paloh dan Anies Baswedan bertemu di Gedung DPP Partai NasDem, pada Rabu (24/7/2019) lalu.
Dilansir TribunWow.com, hal itu diungkapkan Sandiaga Uno saat menjadi narasumber dalam acara 'Indonesia Lawyers Club' (ILC) yang diunggah dalam kanal Youtube Indonesia Lawyers Club, pada Selasa, (30/7/2019).
Mulanya presenter ILC Karni Ilyas meminta komentar Sandiaga Uno terkait pertemuan tesebut.
• Alasan Rocky Gerung Mengapa Gerakan 212 Perlu Ada: Ini Hasil Imajinasi Bangsa, Perlu Dihormati
"Bang Sandi, tiba-tiba Surya Paloh mengundang Anies Baswedan, bahkan sudah bicara tentang presiden 2024, walaupun pilpres 2019 belum dilantik ini. Apa komennya Bang Sandi," tanya Karni Ilyas.
Sandiaga Uno awalnya menyebutkan bahwa sebenarnya bukan kapasitasnya untuk berkomentar.
"Ya enggak pada tempatnya saya berkomentar, tapi saya ingin sebetulnya mengajak elit politik itu jangan terjebak siklus politik 5 tahunan," ujar Sandiaga Uno.
• Penjelasan Abu Janda soal Foto Habib Rizieq Dihapus FB Dibantah Jubir FPI: Kerjaan Dia Nakut-nakuti
Menurutnya pembahasan mengenai pilpres 2024 terlalu dini untuk diperbincangkan.
"Jadi ini yang 2019 aja belum membentuk kabinet, belum dilantik sudah ngomong 2024 dan kita lupa dengan sebetulnya apa yang kita hadapi di 2019. 2020, 2021, agenda-agenda besar yang kemarin kita perdebatkan," paparnya.
"Kita luar biasa ya, kalau dilihat daripada energi yang kita keluarkan untuk pilpres 2019, Rp 25 triliun lebih anggaran."
"Bagaimana perjuangan mengadu gagasan, tiba-tiba sekarang bulan Juli belum masuk bulan Oktober sudah ngomong 2024. Dan menurut saya ini prematur sekali," kata mantan politisi Gerindra ini.
"Dan pasti menarik untuk para pengamat atau para politisi tapi bagi rakyat kebanyakan ini tentunya mereka juga akan melihat bulan-bulan ke depan, ekonomi bagaimana dan lainnya," sebutnya.
Ia menuturkan jika enam bulan berlalu belum ada perubahan pasti akan membuat kecewa masyarakat Indonesia.
"Dan saya yakin kalau kita disipilin, kita serahkan kepada Pak Jokowi, sebetulnya Pak Presiden bisa kerja sekarang, enggak perlu nunggu Oktober," pungkasnya.
Lihat Videonya di menit ke 1:25:06: