"Setelah melihat kedua korban seperti itu akhirnya pembantu korban teriak minta tolong ke warga. Warga pun lantas segera berdatangan," kata Pawi kepada TribunJatim.com, Senin (29/7/2019).
Warga awalnya berniat membantu pasangan yang bersimbah darah tersebut.
Mereka ingin membawa kedua korban ke rumah sakit dengan menggunakan mobil operasional desa.
Karena takut, warga lantas memilih melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
"Warga takut membawanya dan memilih melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Dan tak berselang lama, petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian," jelas Pawi.
• Sedang di Perkebunan Sawit, 2 Orang Terduga Pembunuhan Mayat Tanpa Busana di Kalbar Diamankan Polisi
Menurut keterangan pembantu korban, pelaku langsung melarikan diri setelah berhasil melakukan aksinya.
Pembantu korban hanya mengetahui saat kedua korban sudah bersimbah darah.
"Pembantu korban tahunya sudah melihat kedua korban bersimbah darah seperti itu," lanjut Pawi.
Bahkan, warga sekitar juga tidak mendengar suara mencurigakan di dalam rumah.
"Pembantu korban tahunya sudah melihat kedua korban bersimbah darah seperti itu. Dan saat kejadian pembacokan itu, warga sekitar mengaku tidak ada yang mendengar suara teriakan dari dalam rumah," ucapnya.
Menurut Pawi, pelaku diduga merupakan paman suami korban bernama Iskandar (37).
• Kisah Fikri Pribadi yang Gugat Polda dan Kejati Jakarta, Ngaku Disiksa Polisi untuk Akui Pembunuhan
Iskandar melakukan aksinya bersama Sahid (35), seorang laki-laki yang menyewa kos tak jauh dari tempat kejadian.
Iskandar dan Sahid diduga membacok pasangan tersebut, yakni Nur Aeni dan M. Rofi'i (28).
Padahal, Nur Aeni diketahui sudah memiliki suami, yaitu Lukman dan sudah dikaruniai satu anak laki-laki dan satu perempuan.
Nur Aeni dan M. Rofi'i diduga dibacok saat keduanya tengah berselingkuh di rumah sang pria. (TribunWow.com/Mariah Gipty)
WOW TODAY: