Viral Medsos

Sosok Wanita Viral yang Tantang Mitos Pantai Selatan Jawa dengan Pakai Baju Hijau

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pantai Parangtritis, Yogyakarta

Akun tersebut juga mengunci Facebooknya, dengan tak menampilkan aktivitas terbarunya.

Sementara ia menuliskan lokasi tinggalnya di Jakarta.

Foto ini kembali viral setelah diposting oleh akun Facebook YangUnfaedahOfficial Sabtu (20/7/2019).

Usai di posting kembali dan viral, foto ini pun mengundang banyak reaksi dari netizen.

"Tuhan masih bersama orang yang berjiwa santuy," kata akun Facebook Syahri Ramadhan.

"The power of emak emak," tulis akun Facebook Insan Nugraha.

"Kerad juga ni bu ibu," komentar akun Facebook Rizki Fauzi.

 

Sebelumnya, di laman media sosial Facebook juga muncul ajakan kepada ribuan orang untuk 'menyerbu' Pantai Parangtritis dengan memakai baju berwarna hijau.

Acara tersebut sampai saat ini tidak ada koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bantul.

Melansir dari Kompas.com Jumat (19/7/2019) hingga pukul 13.45 WIB, acara di laman Facebook berjudul "Ayo ribuan orang Serbu ParangTritis pakai baju hijau" yang akan digelar Minggu 22 September 2019 pada pukul 10.00 WIB, sudah ada 3.900 orang berencana hadir, dan 10.000 lainnya tertarik.

Mahasiswa Simpan Puluhan Kilogram Ganja di Ruang Senat, Diduga Jadi Pemasok ke Kampus-kampus Jakarta

"Karena area 51 terlalu jauh, kita pilih spot lain yang sama menantangnya. Kita sebut saja Area +62. Katanya kalau pakai baju hijau ke Pantai Parangtritis nanti bisa ilang sama Nyi Roro Kidul. Kalau ada ribuan orang nyerbu masa iya ilang masal," tulis dalam rincian acara.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui dan menerima pemberitahuan acara tersebut.

Padahal, jika akan ada acara melibatkan ribuan orang, seharusnya mengajukan izin terlebih dahulu.

"Logikanya ada pemberitahuan. Jangan sampai kalau melibatkan orang banyak di situ space yang pada hari yang waktu bersamaan mungkin digunakan, jangan sampai nanti terus tumpukan," ucap Heru, saat dihubungi, Jumat.

"Kalau wisatawan murni sekedar datang silakan, tetapi ada acara di sana, ada koordinasi dengan Dinpar. Prinsip saya tidak melarang," ucap dia.

Halaman
123