Terkini Daerah

Dijual ke Lelaki Hidung Belang hingga Dipaksa Konsumsi Narkoba, Ini Motif Remaja Lompat dari JPO

Penulis: AmirulNisa
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JPO di depan Mall Ramayana, Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok, yang dijadikan lokasi AF untuk mengakhiri hidupnya.

Dikutip TribunWow.com, dari Kompas.com, Sabtu (13/7/2019), AF juga mengaku sempat curiga karena tidak pernah disuruh bekerja oleh SBR padahal SBR menghidupinya sehari-hari.

Ia baru menyadari bahwa teman-teman SBR harus membayar jika ingin menidurinya.

"Saya baru sadar kenapa saya tidak disuruh kerja sama SBR, ternyata saya diperjualbelikan ke orang-orang," ucap AF.

3. Pelaku Mengancam akan Melukai Ibu AF

AF mengaku bahwa dirinya kerap mendapat ancaman, hingga pukulan menggunakan ikat pinggang oleh SBR.

Ia dipaksa mengikuti semua perintahnya dari mengonsumsi narkoba hingga melayani nafsu bejatnya.

"Terus dia selalu mengancam ke saya, kalau saya tidak mau mengikuti apa yang ia mau, ia akan membuat celaka mama saya," ucap AF, dikutip dari Kompas.com Sabtu (13/7/2019).

• Aniaya Kedua Anaknya lalu Coba Bunuh Diri, Pria di Sukoharjo Ditetapkan sebagai Tersangka

Ia mengaku sudah tidak bisa berbuat apapun bila SBR mengancam dengan menyebut ibunya.

Menurut AF, SBR tahu bahwa ia hanya memiliki ibu, kakak, dan adiknya.

"SBR tahu kelemahan saya, dia tahu kalau saya sayang banget sama mama saya. Makanya mama saya selalu dijadikan alat bagi dia untuk mengancam saya," ucap AF.

4. Mengalami Trauma

Semua yang sudah dilalui oleh AF membuatnya menjadi trauma dan ketakutan.

Ia mengaku mulai merasa takut dengan laki-laki yang selalu memaksanya melakukan segala hal.

"Saya takut sama laki-laki bejat itu. Saya takut dipukul saya takut berhubungan dengan narkoba lagi," ujar AF sambil meneteskan air mata saat berbincang.

AF mengaku ingin mengakhiri semuanya, karena sudah lelah untuk mengikuti semua kemauan SBR.

Halaman
123