TRIBUNWOW.COM - Seorang guru sekolah dasar di Lamongan, Jawa Timur berinisial SR (46) tega mencabuli 30 orang anak didiknya.
Diberitakan TribunWow.com dari video di kanal YouTube Official iNews, Jumat (5/7/2019), SR diketahui mengancam para korban akan memberi nilai jelek jika melaporkan apa yang dilakukannya pada orang lain.
Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, SR diketahui melakukan aksi bejatnya di ruang kelas, perpustakaan, bahkan rumahnya sendiri sejak Oktober 2018 lalu.
• Bocah SD di Bangka Dicabuli Pacar sang Ibu, Ini Pengakuan Pelaku
"Yang bersangkutan melakukan pencabulan di ruang sekolah dan di perpustakaan, dan di rumah sendiri," terang Wahyu.
"Perkiraan korban ada 30-an, tapi yang melapor ke Polres Lamongan hanya 2," sambung dia.
Kepada pihak kepolisian, SR juga mengaku bahwa dirinya sudah menjadi PNS sejak lima tahun lalu.
SR bahkan mengaku bahwa dirinya sudah memiliki anak dan istri.
Mengutip Kompas.com, Wahyu membenarkan bahwa para siswi yang menjadi korban pencabulan SR tak berani lapor ke orangtuanya karena ancaman diberi nilai jelek.
"Perbuatan tersebut dilakukan oleh pelaku sejak Oktober hingga Desember 2018. Dengan korban waktu itu tidak berani melapor ke orangtuanya karena diancam diberikan nilai jelek oleh tersangka," tutur Wahyu, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Lamongan, Kamis (4/7/2019).
Menurut Wahyu, pelaku bisa mencabuli muridnya di rumahnya sendiri dengan alasan memberikan tambahan pelajaran.
"Setelah mendalami keterangan dari saksi dan merujuk dari barang bukti yang ada, akhirnya oknum guru berinisial SR ini resmi kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan yang dilaporkan," ujar Wahyu.
• Penjual Bubur Hamili Anak Kandung, Minta Dipanggil Aki dan Sempat Mencabuli 2 Hari Jelang Persalinan
Wahyu mengatakan, tersangka diduga memiliki gangguan psikologis.
"Tersangka ini kemungkinan ada gangguan psikologis, nanti akan kami periksa kembali kondisi kejiwaannya dalam waktu dekat," ujarnya.
Polisi juga menuturkan telah mengamankan barang bukti yang kuat termasuk hasil visum korban.
"Kalau dilihat sekilas memang dia tampak sehat (fisik), tapi psikologis kan butuh pemeriksaan dari ahlinya. Secepatnya akan kami periksakan lagi bagaimana kejiwaannya," tutur dia.