TRIBUNWOW.COM - Haji Yahya (56) warga Kampung Nanggung, Desa Pasir Gintung, Tangerang Banten, harus meregang nyawa setelah menderita luka bacok di kepala belakang, Selasa (2/7/2019).
Sang ustaz tewas lantaran di dibacok oleh adik iparnya sendiri, Sarjaya (63), karena tak direstui untuk rujuk dengan adik kandung kandung korban.
Dikutip dari WartaKota.co, pelaku Sarjaya diketahui sudah enam bulan lamanya pisah ranjang dengan adik Yahya.
Meski begitu, pelaku setidaknya satu minggu sekali selalu mendatangi kediaman korban untuk membujuk sang istri.
Namun, lebih dari 15 kali mendatangi sang istri yang tinggal di kediaman korban, tawarannya untuk rujuk selalu ditolak.
Dari keterangan Kapolsek Cisoka, AKP Uka Subakti, pelaku ditolak lantaran tak bisa memberikan nafkah pada sang istri.
Ia juga diketahui bekerja serabutan dan tidak mempunyai penghasilan tetap.
"Menurut saksi kalau pelaku ini ditolak karena tidak bisa menafkahi istrinya. Tapi, untuk keterangan lebih jauh, kami masih menginterogasi pelaku," ujar Uka Selasa (2/7/2019).
• Wanita Asal Blitar yang Sebarkan Postingan FB Hina Jokowi dan Hakim Menangis saat Diperiksa Polisi
Tak hanya itu, dijelaskan pula oleh Uka, korban dianggap selalu menghalangi Sarjaya untuk membawa sang istri pulang.
"Tersangka ke rumah korban untuk membawa pulang istrinya bernama Mulyanah. Tapi dihalang-halangi oleh korban," ujar Uka.
AKP Uka menjelaskan, insiden pembacokan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat itu, Yahya mendatangi kediaman pelaku yang sedang menebang pohon mangga.
"Dia (Jaya) sudah berkali-kali meminta izin kepada korban tapi tidak diperbolehkan. Dan hari ini giliran korban yang mendatangi ke rumah pelaku," ucapnya.
Tak memberikan restu untuk rujuk, Yahya diketahui berteriak dan menegaskan bahwa ia tidak akan pernah memberikan restu pada pelaku.
"Adik gue enggak bakal gua kasih sama lu, mau gue modalin buka toko," ujar Uka seraya menirukan teriakan Yahya.