TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik LIPI, Hermawan Sulistyo memberikan tanggapan mengenai keluhan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon soal mendapatkan ancaman pembunuhan namun tidak ada tindakan dari kepolisian.
Hal tersebut dikatakan Hermawan saat menjadi narasumber Mata Najwa, dikutip TribunWow.com dari saluran Youtube Najwa Shihab, Kamis (30/5/2019).
Mulanya pembawa acara Najwa Shihab terlibat pembicaraan mengenai keluhan Fadli Zon dengan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.
Lantas Hermawan menambahkan dengan mengatakan agar membiarkan dulu rumah Fadli Zon dibom agar percaya dengan apa yang dikatakannya.
"Biarin aja sampai ditembak dulu baru dicari, ya kalau enggak percaya, dulu kan orang waktu bom bali 1, seminggu orang (enggak percaya) enggak ada teroris di Indonesia, sampai sehari sebelumnya. Begitu meledak diam semua, jadi ini biarin aja rumah Fadli Zon dibom," ujar Hermawan yang membuat penonton studio tertawa.
Najwa lantas meyakinkan bahwa apa yang dikatakan Hermawan adalah bercanda.
• Tim Hukum BPN Yakin TKN akan Tercengang dengan Bukti Kubu 02 di MK: Nanti Teman-teman Lihat Sendiri
Ia lalu menawarkan agar Hermawan untuk mengklarifikasi.
"Saya yakin Anda konteksnya bercanda ya, karena saya tahu Bang Fadli Zon setelah lihat ini pasti akan langsung protes, jadi Anda klarifikasi langsung saja," ujar Najwa menawarkan.
"Wong saya enggak ngomong begini dia protes apalagi saya enggak ngomong," jawab Hermawan.
Najwa lalu menawarkan kepada Fadli Zon agar menyelesaikannya dengan hadir di Mata Najwa.
"Oke, Bang Fadli kalau mau protes ke Mata Najwa, kita selesaikan di Mata Najwa," pungkasnya.
Sedangkan sebelumnya, Moeldoko juga memberikan tanggapan perihal aduan Fadli Zon.
Mulanya Najwa bertanya Fadli Zon protes saat ada tindakan penyidikan untuk kasus ancaman pembunuhan kepada empat tokoh namun tidak untuk dirinya.
• Tak Yakin dengan Rencana Pembunuhan 4 Tokoh, Menteri Pertahanan: Mungkin Hanya Ngomong Saja Itu
"Saya mau tanyakan apa yang disebutkan oleh Fadli Zon, yang mengatakan bahwa ia juga pernah dapat ancaman pembunuhan tapi pelakunya tidak di proses," ujar Najwa membacakan keluhan Fadli.
"Tapi apakah polisi hanya memporses (ancaman kepada) tokoh-tokoh pemerintahan, tapi kalau di luar pemerintahan ancaman itu tidak diproses pak," tanya Najwa.