TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kardir Karding, mengaku siap mempertanggungjawabkan tudingannya terhadap Ketum PAN Zulkifli Hasan.
Diketahui, Karding menuding bahwa Zulkifli Hasan sempat membisiki Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta jatah kursi MPR, ketika bertemu di Istana beberapa waktu lalu.
Karding mengaku berani bertanggung jawab lantaran mendapat informasi tersebut langsung dari pihak istana.
Karding heran lantaran PAN enggan mengakui soal permintaan itu.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno membantah partainya melakukan lobi ke Jokowi untuk mendapatkan jatah pimpinan MPR.
"Saya tidak ngerti. Ini kan' saya menyampaikan fakta yang saya dengar. Soal PAN menolak atau malu-malu urusan PAN. Niat saya baik supaya proses politik terbuka. Dan betul betul kita landaskan berdasarkan niat baik. Kalau mau bareng ayo bareng. Kalau tidak mau ya sudah. Yang jelas," tutur Karding.
• TKN Sebut Zulkifli Hasan Minta Kursi Ketua MPR atau DPR ke Jokowi, Begini Penjelasan Sekjen PAN
Menurut Karding, menjadi keuntungan jika PAN bergabung ke koalisi Indonesia kerja.
Dengan begitu, koalisi partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf bertambah.
"Jumlah koalisinya jadi lebih besar," ucapnya.
Sebelumnya, Karding mengatakan, Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan sedang mencairkan komunikasi antara PAN dengan kubu Jokowi-Ma'ruf.
Komunikasi juga demi menyelamatkan institusi PAN dalam konteks politik.
Komunikasi itu, dilakukan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada Jokowi.
• Mahfud MD Sebut Kubu 01 dan 02 Datang dan Temui BJ Habibie untuk Konsultasi soal Pemilu 2019
Menurut informasi yang diterima Karding, dalam pertemuan itu, Zulkifli meminta kepada Jokowi agar PAN dapat mengisi posisi di pimpinan DPR atau MPR.
"PAN memang membuka komunikasi ke Pak Jokowi lewat Pak Zul dan yang saya tahu, dari informasi yang saya peroleh di Istana itu ada permintaan pada Pak Jokowi agar PAN mendapatkan bagian pimpinan DPR atau MPR," ujar Karding saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/4/2019).
Sementara itu, ucap Karding, Bara Hasibuan berusaha untuk obyektif secara politik.