Ketua Gerakan Ekayastran Unmada (Semangat Satu Bangsa) itu mengingatkan pula bahwa komunikasi yang berhikmat selalu mengutamakan kesantunan, unggah-ungguh, budi pekerti karena terkait dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika, yang sebenarnya untuk menegaskan adanya nilai-nilai local wisdom (kearifan lokal) dalam NKRI.
“Agama-agama juga mengajarkan umatnya untuk menggunakan kata hikmat sebagai penjelasan tentang nilai luhur yang harus dihormati dalam interrelasi antar manusia. Oleh karena Pancasila itu way of life atau falsafah hidup bagi bangsa Indonesia termasuk di dalamnya tentu berkomunikasi, sudah seharusnya kita mengembangkan komunikasi yang berhikmat agar Persatuan Indonesia tetap utuh,” tegas Putut Prabantoro.
• Digagas Soekarno dan Kini Direalisasikan Jokowi, Apakah Palangkaraya akan Jadi Ibu Kota Baru RI?
Kasgartap I/JKT, Brigjen TNI Herianto Syahputra mengatakan pelatihan itu digelar untuk mendukung kinerja seluruh jajaran Gartap Jakarta.
“Dalam setiap fungsinya guna mewujudkan sinerji yang solid antara Gartap Jakarta dan Masyarakat. Tujuan dari pelatihan ini adalah membangun dan sekaligus mengubah mindset dalam berkomunikasi untuk jajaran dan pimpinan staf Gartap Jakarta berubah dalam berkomunikasi, mampu berkomunikasi dengan menyesuaikan situasi atau dinamikan ipoleksosbudhankan dan yang terakhir, mewujudkan sinerji yang solid antara Gartap Jakarta dan masyarakat Jakarta,” urai Herianto Syahputra.
Herianto Syahputra berharap jajaran Gartap I/Jakarta mampu membangun komunikasi yang berhikmat setelah pelatihan yang dilaksanakan secara bertahap ini.
Tak hanya itu, dirinya juga berharap pelatihan itu bisa mengembangkan dan meningkatkan keahlian komunikasi berhikmat untuk mendukung serta menunjang tugas di tempat kerja termasuk di wilayah subgar masing-masing.
Herianto Syahputra mengatakan, keberhasilan komunikasi berhikmat ini mempermudah terselesaikannya tugas-tugas dan fungsi masing-masing terutama terkait interrelasi dengan masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
(TribunWow.com)
WOW TODAY