TRIBUNWOW.COM - Selama bulan Ramadan seluruh umat Islam akan menjalankan puasa selama sebulan penuh.
Selama berpuasa pola makan tentunya akan sangat berubah.
Bagi penderita maag hal ini bukanlah kabar menyenangakan.
Penderita maag yang biasanya dapat mengatur kinerja lambung dengan makan tiga kali sehari, harus mengubahnya menjadi dua kali sehari.
• 6 Tips Mengenalkan dan Mengajak Anak yang Baru Pertama Puasa Ramadan
Dikutip dari Kompas.com, Jumat (26/4/2019) minggu awal Ramadan akan menjadi saat-saat yang berat bagi penderita maag,
"Sakit maag, kembung, begah, itu terjadi karena ketidakteraturan makan. Ini tidak terjadi di Bulan Ramadhan karena sudah pasti mereka buka dan sahur," ujar Konsultan Gastroenterologi Hepatologi PB-PABDI, Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD- KGEH, MMB, FINASIM, FACP, dalam sebuah talkshow bersama Kalbe di Jakarta, 30 Mei 2018.
Namun dengan berpuasa dapat diketahui jenis maag apa yang menyerang lambung Anda.
Terdapat dua jenis maag, yaitu maag fungsional dan organik.
• Puasa Ramadan 2019 Tak Lama Lagi, Ini Waktu Pelaksanaan dan 3 Keutamaan Salat Witir
Tapi hampir 70-80 persen penderita maag mengalami maag fungsional yang disebabkan oleh pola hidup atau pola makan.
Sehingga perlu bagi penderita maag untuk mengetahui pola makan dan minum yang baik saat Ramadan, dikutip dari hellosehat.com, Jumat (26/4/2019).
Panduan makan
1. Konsumsi karbohidrat atau makanan yang lambat dicerna saat sahur.
Cara tersebut dapat membantu supaya tidak mudah lapar dan lemas di siang hari.
2. Makan kurma sebagai sumer karbohidrat, serat, kalium, dan magnesium.
3. Kacang almond dapat menjadi pilihan karena mengandung protein dan serat sehingga bisa dianjurkan konsumsinya saat berpuasa.