"Itu quick count bukan bagian dari TKN dan hak konstitusi tidak mengatur itu," tegas Kapitra.
Tampak perdebatan keduanya semakin memanas hingga Kapitra saling tunjuk dengan Andre.
Bahkan keduanya sama-sama melontarkan argumennya dengan nada saling tegas.
"Belum menang saja sudah mengatur, ini bahaya ini," tegas Andre dengan menunjuk Kapitra.
"Bukan masalah bahaya tapi belum menang sudah mengklaim, ini keliru," sambung Kapitra juga menunjuk Andre.
Simak videonya dari menit 15.30:
Prabowo Klaim Menang
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, memberikan imbauan kepada pendukungnya serta rakyat Indonesia perihak hasil perhitungan suara.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas Tv, Rabu (17/4/2019), Prabowo yang didampingi anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) menuturkan banyak peristiwa yang membuat rugi kubunya.
"Saudara sekalian, saya bicara setelah mengikuti perkembangan, perhitungan (surat) suara, terus terang saja prihatin dari tadi malam kejadian-kejadian yang merugikan pendukung 02," ujarnya.
• Iwan Fals Sebut Kecurangan Identik dalam Dunia Politik: Sudah Hafal Sama yang Begituan
Lanjutnya, ia menuturkan sejumlah peristiwa yang ditemukan kubunya, dari kubunya yang tidak mendapat undangan hingga telah tercoblosnya surat suara.
"Banyak surat suara yang tidak sampai, banyak TPS buka jam 11, banyak hal-hal yang pendukung kita tidak dapat undangan dan sebagainya, belum lagi diketemukan banyak sekali surat suara yang sudah dicoblos 01," jelasnya.
Meski begitu, Prabowo menjelaskan kubunya yang juga memiliki hitung cepat memperlihatkan hasil bahwa kubunya menang.
"Tapi walaupun demikian, hasil exit poll kita 5000 TPS, menunjukkan bahwa kita menang, 55,4 persen. Dan hasil Quick Count, kita menang, 52,2 persen."
Ia kembali mengimbau untuk para relawan dan pendukungnya tetap memantau TPS dan surat suara.
"Mohon semua relawan untuk melawan kemenangan kita di semua TPS dan kecamatan."