Bahkan ketika pergi ke Turki ia harus menggunakan kursi roda karena dirinya mengaku saat itu tidak bisa berjalan.
"Saya sampai nggak bisa jalan, kaki saya sebelah (kanan) nggak bisa jalan, pakai tongkat dan kursi roda," tutur Cinta Penelope tak kuasa menahan tangis.
"Cuma waktu saya di Turki saya berusaha pengin bisa jalan, Alhamdulillah saya lepas kursi roda saya jalan pegangan ke pagar," sambungnya.
Tidak hanya kelumpuhan, ia juga merasakan sakit yang luar biasa hingga mengingatnya saja bisa membuat Cinta Penelope menangis.
"Sakitnya sangat luar biasa," lanjutnya.
• Sambil Menangis, Cinta Penelope Ungkap Kebiasaan Masa Lalunya hingga Terkena Kanker Stadium 3
Ketika dokter membacakan hasil pemeriksaannya, Cinta Penelope sempat pasrah dan meminta dokter mengangkat sebagian organnya yang terserang Kanker.
Namun sayangnya dokter mengatakan hal itu tidak dapat dilakukan karena bisa membuat Cinta Penelope kehilangan nyawanya.
"Aku pernah bilang, dok angkat aja (Kanker dan organ yang terkena Kanker). Ternyata enggak bisa, kata dokter kalau diambil kelar (meninggal). Beda misalnya, aku pikir kayak Kanker serviks bisa diangkat, kalau ini enggak, kecuali dicangkok," terangnya.
Sekarang Cinta Penelope sudah menjalankan serangkaian terapi medis untuk pengobatan Kanker yang dideritanya itu, yaitu metode pengobatan transplantasi Stem Cell atau sel punca.
Metode ini dianggap efektif untuk mengobati Kanker.
Ia mengatakan sudah dua kali menjalankan donor Stem Cell di Malaysia.
"Masih kemo dan aku juga menjalani stem cell dua kali, dan ada perubahan yang sangat signifikan setelah Stem Cell di Malaysia," ujar Cinta Penelope saat ditemui Tribunnews.com di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).
Stem Cell tersebut diambil dari pendonor melalui sumsum tulang belakang.
Dokter menyarankan agar dirinya melakukan transplantasi Stem Cell sebanyak tiga kali.
"Katanya sih gitu (membunuh sel Kanker), enggak ada salahnya kita mencoba, buat aku, aku coba melakukan yang terbaik."