TRIBUNWOW.COM - Direktur Konten Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Fiki Satari memberikan sindiran pada kampanye Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (7/4/2019).
Hal tersebut terjadi di program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Senin (8/4/2019).
Fiki Satari awalnya ditanya soal apakah saat paslon nomor 01 kampanye di Tangerang, dirinya juga memantau kampanye lawan yang berlangsung di GBK.
• Dahnil Anzar Bandingkan Prabowo dengan Bung Karno saat Pembawa Acara Singgung soal Pemimpin Pemarah
Fiki mengaku, meski berada di lokasi kampanye Jokowi-Ma'ruf, ia mengetahui banyak informasi soal kampanye paslon Prabowo-Sandi.
Hal ini juga dibantu dari informasi yang berdatangan dengan sendirinya, terutama dari media sosial.
"Kita memantau apa yang terjadi di GBK kemarin. Sebenarnya kalau tersinggung, udah di level memang ini kontestasi. Cuma memang bahasanya (isi pidato Prabowo) kan begitu," kata Fiki.
Fiki lantas menyinggung sejumlah contoh pernyataan Prabowo dalam orasinya.
"Misalnya bicara tentang rakyat, mengatas namakan rakyat, 'lelah dibodohi'. Siapa yang sebetulnya produksi hoaks dan seterusnya?" kata Fiki.
"Ada diksi berangkara murka gitu ya. Yang marah-marah, yang murka itu siapa?"
"Kemudian juga rakyat tidak ingin ditipu, satu juta rakyat yang berkumpul, faktanya enggak satu juta."
Fiki menyebutkan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke pengelola GBK dan jumlah orang yang berkumpul hanya 119 ribu saja.
"Itu kalau ditotal sebenarnya yang di dalam itu 110 ribu. Tribun dan lapangan kan digunakan duduk ya, nggak berdiri seperti konser dua jarinya Pak Jokowi yang kita lakukan di 2014," kata Fiki.
Fiki menyebutkan, dirinya sebenarnya tidak ingin membahas soal itu.
"Yang kita tunggu sebetulnya adalah program yang ingin disampaikan, selain mengkritisi Pak Jokowi dan seterusnya. Kita tunggu bagaimana-nya, bukan kritik atau juga ada kata makian," ujar dia.
Pembawa acara lantas meminta Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi.