TRIBUNWOW.COM - Kerap ditemui pejabat negara berjalan kaki menuju satu lokasi akibat ditutupnya akses jalan, tak terkecuali saat Car Free Day (CFD).
Namun kali ini, aksi arogan seorang pemuda yang mengaku staf Asisten Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI dipertontonkan di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Minggu (7/4/2019).
Pemuda ini meminta agar barier penutup jalan untuk acara CFD, dibuka.
• Viral di Facebook Calon Pembeli Bawa Kabur Motor, Pergi saat Salat Berjamaah dengan Pemilik
Namun yang membuat petugas Satlantas Polrestabes Semarang bersikukuh adalah sikap pemuda tersebut yang memintanya secara kasar.
Dari pengamatan Tribunjateng.com di lokasi, awalnya mobil Toyota Innova warna hitam berplat B 2779 UKR berhenti di sisi selatan Jalan Pahlawan Semarang, tepatnya di depan kantor Perhutani.
Pemuda ini kemudian turun dari mobil dan langsung meminta polisi yang berjaga untuk membuka barier penutup jalan.
"Pak, buka, Pak. Saya bawa Asisten Deputi Menko PMK ini," ujar pria itu bernada tinggi.
• Viral di IG, Video Remaja Laki-laki Acungkan Celurit di Jalan untuk Tik-tok, Polisi: Bakar Atribut
Mendapat perlakuan seperti itu, polisi menjelaskan baik-baik bahwa tidak boleh ada kendaraan bermotor masuk ke dalam area CFD.
Pria yang mengenakan batik perpaduan warna putih dan biru itu tetap ngotot dan arogan.
Sementara pejabat yang dimaksud tetap duduk di dalam mobil.
Dari pengamatan, pejabat yang dimaksud seorang wanita berkerudung.
Asisten Deputi ini ingin menghadiri acara Gladian Sejarah Pemuda Indonesia yang dilaksanakan Kemenko PMK, Kemendikbud, dan Pemprov Jateng di Gedung Grandhika Bhakti Praja Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah.
• Viral di IG - Video Detik-detik Mahasiswa Ajak Duel dan Tampar Aparat saat Demo, Lihat Reaksi Polisi
Padahal, jarak dari lokasi mobil pejabat ini berhenti dan gedung kegiatan tak sampai 100 meter.
"Saya ini bawa pejabat, Loh. Itu di dalam Asisten Deputi," katanya ngotot.
Polisi yang berjaga tak bergeming.