TRIBUNWOW.COM - Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) tampak terkekeh saat Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku berpengalaman terkait budaya 'ABS (Asal Bapak Senang)' di tentara.
Dari siaran live debat keempat Pilpres 2019, pembahasan soal budaya 'Asal Bapak Senang' ini bermula dari pembahasan soal pentingnya menjaga pertahanan dan keamanan di Indonesia.
Prabowo awalnya menilai, pertahanan Indonesia itu terlalu lemah, jauh dari apa yang diharapkan.
• Jokowi Bahas soal Invasi, Prabowo: Kalau Saya Presiden, Saya Ganti Itu yang Kasih Briefing
"Kenapa? Karena kita tidak punya uang. Karena itu kita harus menjaga keuangan kita. Ke mana keuangan kita? Keuangan kita, kekayaan kita, harta kita, tidak tinggal di indonesia. Karena itu kita lemah," kata Prabowo.
Prabowo pun menegaskan, pemerintah harusnya meningkatkan anggaran pertahanan.
"Tapi untuk itu kita harus membuat sistem, hentikan kebocoran, kurangi korupsi, ubah sistem, sehingga kekayaan Indonesia tidak mengalir ke luar negeri. Ini masalah inti," tegas Prabowo.
Menyoroti hal berbeda, Jokowi menyebutkan, pihaknya sudah memerintahkan menteri pertahanan dan panglima untuk membangun divisi tiga untuk menjaga pertahanan dan keamanan.
"Telah mulai ini, bekerja, divisi tiga kostrad di goa. Kemudian komando angkatan udara di biak, kemudian armada tiga angkatan laut di sorong. Ini sudah proses pembangunan dan segera akan jadi," kata Jokowi.
"Saya juga telah memerintahkan untuk gelar pasukan di empat titik penting, gelar pasukan terintegrasi yaitu di natuna sebelah barat, kemudian di morotai sebelah timur, kemudian di saumlaki dekat masela itu di sebelah selatan, dan kemudian di biak," sambung dia.
Jokowi menyebutkan, dirinya menggelar pasukan tersebut di sejumlah titik di daerah pinggiran Indonesia, bertujuan untuk menjaga wilayah.
Jokowi juga menyebutkan, radar milik Indonesia juga sudah menguasai seluruh wilayah.
"Karena ada sembilan belas titik radar udara kita yang telah terkoneksi, ada sebelas titik radar maritim kita yang telah tersambung dan terkoneksi," tegas dia.
Mengenai anggaran, Jokowi memaparkan, anggaran di kementrian pertahanan saat ini sudah mencapai Rp 107 triliun, nomor dua setelah kementerian PUPR.
"Artinya, perhatian kita terhadap pertahanan ini juga bukan main-main," ujarnya.
"Bahwa masih ada proses, ada yang kurang, ini lah yang harus kita perbaiki. Sebagai pemimpin, saya optimis dengan penguasaan radar udara, radar maritim, yang sudah seratus persen. Dan siapapun yang masuk ke teritori kita akan ketahuan. Akan ketahuan," sambung Jokowi.
• Prabowo Sebut Korupsi di Indonesia Sudah di Tahap Parah, Bagaimana Faktanya? Cek di Sini