TRIBUNWOW.COM - Gubernur NTT Viktor Laiskodat melakukan push up di hadapan siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA) dan masyarakat, Jumat (29/3/2019) siang.
Hal itu dilakukan Gubernur Viktor Laiskodat saat ia bertemu dengan tokoh masyarakat Pulau Semau di Halaman Gereja Pokok Anggur Uinao Desa Huilelot Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang.
Gubernur Viktor Laiskodat yang saat itu mengenakan pakaian adat Helong menunjukan spirit dan semangat kepada puluhan siswa-siswi yang berinteraksi dengannya di depan panggung utama.
Saat 15 anak usai melakukan gerakan push up di depan tempat duduknya di panggung utama, Gubernur Viktor Laiskodat kemudian bangun dan berinisiatif menunjukkan kepada para siswa bagaimana kekuatan dan kemauan dalam gerakan push up.
• Politisi PDIP Tanggapi Pernyataan Rocky Gerung yang Sebut ILC Tempatnya Ngibul
Gubernur Viktor Laiskodat melakukan push up sebanyak 51 kali sambil mengikuti hitungan para siswa dan masyarakat yang hadir.
Selama Gubernur Viktor Laiskodat yang juga merupakan putra Nusa Bungtilu Semau itu melakukan gerakan push up, masyarakat memberi semangat dengan bertepuk tangan.
Gubernur Viktor Laiskodat melakukan push up untuk memberi motivasi kepada para siswa untuk menjadi pribadi yang kuat, sehat dan memiliki kemauan kuat untuk menjadi orang hebat.
Sebelumnya, dalam tatap muka tersebut, Gubernur Viktor Laiskodat melakukan interaksi dan dialog dengan para siswa SMA yang hadir.
Para siswa yang berasal dari SMA Negeri 1 Semau dan SMA Negeri 2 Semau itu diundang mengambil tepat di depan panggung dan berdialog satu demi satu dengan sang Gubernur Viktor Laiskodat.
• Video saat Ridwan Kamil Ikut Lomba Pukul Guling hingga Disoraki Warga, Siapa yang Menang?
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Viktor Laiskodat menanyakan nama dan cita-cita setiap anak.
Selain cita-cita, ia juga menanyakan tentang bagaimana cara mewujudkan cita-cita, persiapan secara pribadi dan apa yang berapa lama waktu baca dan waktu tidur setiap anak.
Sebagian besar siswa menjawab bahwa mereka bercita cita ingin menjadi polisi dan tentara.
Hanya beberapa diantaranya yang mengatakan ingin menjadi guru, nelayan dan pengusaha.
Dua orang dari mereka ingin mengikuti jejak Viktor Laiskodat untuk menjadi gubernur.
Demikian pula, sebagian besar siswi mengaku kepadanya ingin menjadi Polwan.