TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Eriko Sotarduga berdebat dengan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Diberitakan TribunWow.com, keduanya berdebat di program iNews Special Report, Kamis (28/3/2019).
Awalnya, Eriko membahas soal kartu sakti yang diusung calon presiden 01, Joko Widodo.
Menanggapi itu, Dahnil menilai masyarakat tidak butuh kartu, namun penyelesaian masalah di tataran sistem.
• Kata Ace Hasan soal Prabowo Perkenalkan Calon Menteri di Kampanyenya: Itu Jualannya Kubu Sebelah
Dahnil menegaskan, sistem e-KTP bisa menjadi sarana mulituga untuk menggantikan kartu-kartu sakti Jokowi.
Dahnil menilai, yang salah adalah data yang tidak tepat sehingga banyak kartu sakti yang justru tidak tepat sasaran.
"Kalau kualitas data kita perbaiki, kalau kita punya single data, semuanya terakses, sumbernya satu kemudian dalam data kependudukan itu lengkap dalam big data. Sehingga kita tahu, data ekonomi, data sosial, tunggal. Siapa yang butuh bantuan apa kita tahu," paparnya.
Dahnil juga menyebut, dengan single identification number yang dimiliki e-KTP, masyarakat bisa mendorong kebijakan yang lebih bersih.
"Sehingga kita bisa memastikan seluruh praktik mafia pangan, kependudukan, dan segala macam itu bebas dari korupsi. Termasuk juga soal jual beli jabatan," ujarnya.
Eriko lalu mendapatkan kesempatan untuk menanggapi pemaparan Dahnil.
Bukannya menjawab, Eriko malah memberikan pertanyaan balik pada pembawa acara.
"Mbak Uci, saya mau tanya sama Mbak. Pernah ngelihat toko OK OCE enggak?" tanya Eriko.
"Coba dijawab dulu Mbak Uci. Pernah lihat?" sambung Eriko.
Sang pembawa acara hanya tertawa mendapatkan pertanyaan itu.
"Bahaya ah. Bahaya," kata Dahnil pelan.
• Prabowo: Ada yang Mengatakan Pada Saya, Saya Menang tapi yang Dilantik Jadi Presiden Orang Lain