Mereka yang menyumbang ke kami, terlepas angka nya berapa, tidak dibedakan.
Skema politik partisipatif memberikan ruang bagi publik untuk menjadi bagian penting partai politik.
Skema yang mirip digunakan juga di AS.
Publik diberi ruang untuk bersuara dan mengawasi kebijakan partai. Skema ini justru menghindarkan @psi_id dari politik oligarki/dinasti," pungkasnya.
• Sebut Jokowi Ngasal karena Sarankan Petani Sawit Tanam Durian, Rizal Ramli Tawarkan Solusi Pengganti
Sementara itu, dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab, Jubir PSI Dini Shanti menyebut bahwa terkait korupsi yang dilakukan oleh elit partai, pihaknya telah mengantisipasi dengan tak mengusung caleg eks koruptor di Pemilu 2019.
Sementara itu, Donal Fariz mengatakan, ada beberapa kelas politik di internal parpol.
"Elite cenderung agak restistance, karena pasca-reformasi, atau stidaknya zaman multi partai di Indonesia, partai baru cenderung dilahirkan oleh konglomerat, dan dia sudah terlanjur keluar uang untuk itu," ujar Donal Fariz.
"Dan pasti agenda reformasi itu sulit dilakukan, sebagai contoh tidak mungkin rasanya secara politik, Prof Hendrawan akan mengusungkan masa jabatan ketum partai itu dua periode."
"Termasuk juga dengan Gerindra, tidak mungkin itu dilakukan, bisa habis dia di partainya, sehingga itu mandek," kata Donal Fariz.
(TribunWow.com)