TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin mengklaim bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi di bulan Maret 2019 sudah melampaui Jokowi-Ma'ruf.
Pernyataan Suhud tersebut merespon hasil survei SPIN, yang mana elektabilitas pasangan nomor urut 01 dan 02 hanya berbeda 8 persen.
"Hasil survei SPIN memiliki kemiripan dengan hasil internal kami. Namun, hasil survei internal kami elektabilitas Prabowo-Sandi memasuki bulan Maret sudah unggul tipis," ujar Suhud saat dihubungi, Jumat, (8/3/2019).
• Prabowo Subianto Bakal Sampaikan Pidato Kebangsaan untuk Ketiga Kalinya Hari Ini
Suhud mengatakan secara keseluruhan survei menunjukan bahwa elektabilitas Jokow-Ma'ruf stagnan pada angka 50 persen.
Sementara itu tingkat keterpilihan Prabowo-Sandi terus merangkak naik, sehingga kini unggul tipis.
Suhud menambahkan naiknya elektabilitas Prabowo-Sandi, disebabkan oleh berubahnya sikap swing voters yang disebabkan oleh intensifnya kampanye Sandiaga Uno ke sejumlah daerah.
Pada masa kampanye ini, Sandiaga telah berkunjung ke lebih dari 1000 titik lokasi.
"Sebaliknya trend elektabilitas. Prabowo-Sandi yang terus naik yang disebabkan oleh kampanye yang dilakukan oleh Pak Sandi Uno. Jarak selisih yang tidak terlampau besar, yang kemungkinan akan berubah oleh sikap pilihan dari swing voters di saat pencoblosan," katanya.
• Prabowo Subianto Bertemu Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam di Bandung, Dapat Sambutan Yel-yel
Hal senada diungkapkan oleh juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Ia mengatakan bahwa di bulan Maret, tingkat keterpilihan Prabowo-Sandi, menyalip Jokowi-Ma'ruf.
"Survei internal, kita sudah crosing, sudah unggul," pungkas Dahnil.
Sebelumnya, elektabilitas pasangan calon Pilpres 2019 nomor urut 02 Prabowo-Sandi secara perlahan kian merangkak susul perolehan milik Jokowi-Ma'ruf.
Kini selisih kedua paslon hanya 8 persen.
Hal tersebut diketahui dari hasil survei nasional lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN).
Dalam rilis yang dipublikasikannya, paslon 01 masih unggul dengan angka 49 persen, sementara Jokowi-Ma'ruf terpaut 8 persen dibelakangnya, yakni 41 persen.