TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung mengklaim dirinya sebagai penganggu demokrasi.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Tv One yang bertajuk 'Beda Itu Indah' pada Kamis (14/2/2019) malam.
Awalnya, Rocky Gerung mengatakan bahwa dirinya kerap dianggap merusak percakapan politik.
• Rocky Gerung Sebut Ada Jurnalis Senior yang Larang Tonton ILC, Ini Reaksi Karni Ilyas
"Saya selalu dianggap, bukan melecehan sebetulnya, dianggap merusak percakapan politik," ujar Rocky Gerung.
"Tapi saya mau ingatkan di dalam tradisi demokrasi selalu ada yang disebut pengabdi dan ada yang disebut penganggu," sambungnya.
Rocky Gerung mengakui dirinya sebagai penganggu demokrasi.
"Nah saya bagian pengganggu itu," ucap Rocky Gerung.
Ia juga sempat menyinggung nama anggota DPR RI dari Partai Nasdem, Akbar Faisal.
Diketahui, Rocky Gerung dan Akbar Faisal memang kerap beradu pendapat di beberapa acara televisi.
Menurut Rocky Gerung, Akbar Faisal nantinya juga akan menjadi pengganggu demokrasi seperti dirinya jika Prabowo Subianto menang di pilpres 2019.
"Toh Akbar Faisal nanti juga akan jadi penganggu yaitu ketika Prabowo jadi presiden," kata Rocky Gerung.
"Jadi itu hal biasa saja sebetulnya itu. Kan begitu persoalan kita itu," tambahnya.
• Diskusi Publiknya Tuai Kritikan, Akhmad Sahal: Kenapa Enggak Nyinyirin Diskusi Rocky Gerung?
Kendati demikian, pernyataan Rocky Gerung mengenai tersebut tak dibalas oleh Akbar Faisal.
Akbar Faisal justru menyebut Rocky Gerung sebagai sosok yang telah memberi warna dalam percakapan intelektual publik.