Terkini Nasional

Ini Respons Tokoh soal Tweet 'Presiden Baru' CEO Bukalapak, Unggah Video Uninstall hingga Sindir Hak

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CEO Bukalapak Achmad Zaky

Menurutnya, tidak salah jika ada pihak yang memboikot produk seorang pebisnis yang berkampanye.

Hal tersebut dinilai wajar karena menurut Rustam tiap pendukung tentu menginginkan pihak yang didukungnya menang.

Rustam lantas mengatakan bahwa seorang pebisnis seharusnya berdiri di dua kaki, dan bukannya malah mengambil posisi politik.

Reaksi Netizen Terbelah Dua, Dukung dan Kritik soal Cuitan Presiden Baru CEO Bukalapak Achmad Zaky

"Menurut saya, jika orang bisnis berkampanye sah-sah saja jika pendukung salah satu pihak memboikot produknya.

Dan itu tidak tol*l, krn setiap pendukung ingin yg didukungnya menang.

Biasanya businessman sejati itu berdiri di 2 kaki, menyumbang dua pihak. Tidak ambil posisi politik," tulis Rustam, Jumat (15/2/2019).

Cuitan Rustam Ibrahim terkait cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky yang menyinggung soal 'presiden baru' hingga ramai diperbincangkan netizen. (Twitter @RustamIbrahim)

Dipostingan lainnya, bahkan Rustam menyarankan untuk Zaky berhenti menjadi CEO jika ingin berpolitik.

"Makanya jadi orang bisnis itu harus hati2 bicara politik apalagi dalam situasi pemilihan.

Jika memang begitu nafsu berpolitik, berhenti saja jadi CEO. Jadi caleg, pasti tidak ada yang peduli," tulis Rustam.

Piala Presiden 2019 akan Digelar pada 2 Maret di Lima Kota di Pulau Jawa, Surabaya Tak Masuk

3. Mbah Mijan

Tak hanya itu, Mbah Mijan juga turut menanggapi.

Dari postingannya terlihat ia memilih untuk meng-uninstall aplikasi Bukalapaknya.

"Maaf Guys, ini kok rame banget trending #uninstallbukalapak mohon koreksi yaa, apakah cara uninstall yang benar begini? Trims," tulis @mbah_mijan, Kamis (!4/2/2019).

Ia mengunggah video menguninstall aplikasi Bukalapak di postingannya.

Mbah Mijan tanggapi postingan akun CEO Bukalapak. (Twitter @mbah_mijan)

4. Didik J. Rachbini

Halaman
1234