Padahal, sebagaimana ditulis dalam Manifesto Partai @Gerindra
7) jati diri partai @Gerindra adalah kebangsaan, kerakyatan, religius, dan keadilan sosial.
Apa yg menjadi jati diri partai kami, sebenarnya adalah jati diri Indonesia itu sendiri.
8) Sesudah Reformasi banyak partai mengklaim diri sbg partai kebangsaan, namun di sisi lain mereka menjauh, atau juga dijauhi oleh ummat.
9) Padahal, bgmn bisa kita meneruskan keindonesiaan jika tak membawa serta ummat?!
Bgmn bisa kita mempertanggungjawabkan pluralisme, jika kita alergi terhadap religiusitas yg telah menjadi kultur bangsa kita?!
10) Bagaimana bisa kita menegakkan persatuan, jika kita sendiri memusuhi elemen-elemen penyusun bangsa ini, terutama lem perekat terbesarnya.
• Saling Sindir di Mata Najwa, Faldo Maldini Tertunduk dan Pegang Dagu saat Dimarahi Irma Suryani
11) Di sisi yang lain, Indonesia juga tak mungkin bisa diteruskan hanya oleh satu dua golongan terbesar saja, tanpa merangkul golongan-golongan yang lain.
12) Kebhinekaan adalah sunatullah, amanat nenek moyang yg telah diwariskan kepada kita.
Semua itu harus terus kita hidupi dengan arif dan bijaksana.
Jadi, begitulah posisi politik @Gerindra.
Kami adlh partai nasionalis religius.
13) Partai @Gerindra sejak awal membawa semangat perjuangan untuk rakyat.
Sebagaimana berkali-kali ditegaskan oleh P @prabowo, partai ini bukanlah milik perorangan, tapi milik seluruh rakyat Indonesia.
14) Mungkin itu sebabnya, meskipun secara usia tergolong muda, namun @Gerindra telah banyak dipercaya rakyat.
Saat ini Gerindra telah menjadi partai ketiga terbesar.